Kerajinan Gerabah Dusun Klipoh Borobudur Magelang

  • Saturday, December 24, 2016
  • By Dewi Rieka
  • 5 Comments

Kerajinan Gerabah Dusun Klipoh Borobudur Magelang. Kali ini aku ingin mengajak Readers berkunjung ke sentra gerabah di Magelang yaitu Dusun Klipoh, Setelah Kampoeng Dolanan Nusantara, rombongan bertolak ke Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Kabupaten Magelang.
Kerajinan Gerabah Dusun Klipoh Borobudur

Sepintas, dusun ini tak jauh beda dengan dusun yang berada di sekitar Candi Borobudur Magelang. Sederhana dan asri. Penduduknya pun ramah.
Jangan salah, dusun ini punya satu hal unik lho.
Sekitar 80% penduduknya ternyata adalah pengrajin gerabah turun-temurun. Ya, Dusun Klipoh terkenal sebagai sentra gerabah di Magelang. Sama seperti Kasongan di Yogya, ya.

Untuk menuju ke Dusun Klipoh, jalan yang kami tempuh pun bukan jalan raya tapi menyusuri jalan-jalan kecil pedesaan. Sempit dan cukup menegangkan untuk dilalui bus rombongan kami, hihi.

Deretan gerabah yang dijemur di bawah matahari siang Klipoh

Subhanallah, pemandangannya indah!
Sudah tahu kan, pemandangan Magelang yang dikelilingi lima gunung? Emejing!

Sepanjang jalan dusun, terlihat kesibukan tak biasa, yang berbeda dengan dusun lain. Kalau dusun lain di Magelang kesibukannya bertani, di Klipoh warganya sibuk mengerjakan berbagai kerajinan dari gerabah.

Nampak para penduduk menjemur hasil karya gerabah mereka di pinggir jalan. Hm, kebayang kalau pas musim penghujan seperti sekarang. Repot juga ya?

Hehe ternyata masa produksi kerajinan gerabah ini adalah bulan Juni-September atau pada musim kemarau. Jadi, jika bukan musim membuat gerabah, maka para penduduk desa bertani.

Ada beberapa pemuda sedang asyik membentuk gerabah di atas meja putar. Menurut bapak pemandu, namanya prebot. Duile, Jadi teringat film legendaris Demi Moore, Ghost haha.


Dulu, pengrajin Klipoh hanya membuat alat dapur yang fungsional seperti kendil, cobek, kuali hingga anglo sejenis kompor tradisional. Namun kini karya pengrajin Klipoh semakin beragam. Mereka mulai membuat karya dekoratif yang cantik untuk dipajang seperti guci, vas bunga, dan banyak lagi.

Ya, keunikan Dusun Klipoh ini, pembuatan gerabah di dusun ini masih menggunakan metode tradisional. Yaitu tanah liat dibentuk menjadi berbagai jenis barang fungsional dan dekoratif. Setelah itu, dikeringkan dengan bantuan sinar matahari.

Terakhir, gerabah tadi dibakar dengan menggunakan bahan kayu bakar, jerami dan beralaskan bambu.

Perajin gerabah memamerkan hasil karyanya pada pengunjung 

Konon, kerajinan gerabah ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, bahkan sebelum Candi Borobudur dibangun. Bahkan, ada beberapa relief tentang orang membuat kerajinan gerabah dipahat di dinding Candi Borobudur termashyur ini. Relief pelita minyak tanah yang diukir di Candi Borobudur juga sama dengan yang mereka produksi di Klipoh. Jadi, pekerjaan membuat gerabah ini sudah menjadi pekerjaan turun-temurun selama ratusan tahun ya, Readers!

Di Dusun Klipoh, terdapat sekitar 200 perajin gerabah. Kebanyakan perempuan yang membentuk gerabah sedangkan para lelaki bertugas menangkan dan membakar gerabah. Jadi, mereka berbagi tugas ya, Readers! Hasil kerajinan mereka dijual di beberapa kios di pasar tradisional, Pasar Muntilan dan sekitar Candi Borobudur.

Awalnya bikin peralatan dapur yang fungsional 

Tahun 2014, didirikan Galeri Komunitas oleh Pak Supoyo yang merupakan generasi kesepuluh pengrajin gerabah. Wow. Disana, para wisatawan tak hanya melihat proses pembuatan gerabah tapi juga dapat mencoba membuat sendiri. Seruu! Membuat gerabah sendiri mulai dari membentuk tanah liat menjadi berbentuk guci atau lainnya sesuai selera, menjemur gerabah hingga masuk proses pembakaran tentu saja menjadi pengalaman berharga bagi para wisatawan.

Tak heran, Klipoh menjadi tujuan wisata edukasi bagi sekolah dari berbagai kota di Indonesia. Termasuk anak Sekolah Kucica Ungaran yang berkunjung kesana saat field trip beberapa waktu lalu.

Anak-anak Sekolah Kucica diajak menyaksikan cara membuat gerabah oleh pengrajin. Setelah itu, mereka bergantian mencoba sendiri membuat mangkok, vas atau gelas dari tanah liat. Aih, asyik banget deh mereka memutar-mutar tanah liat di atas prebot dibantu kakak pemandu.

Anak-anak juga mencoba mencetak berbagai bentuk binatang dari tanah liat. Nailah memilih membuat mangkuk dan pajangan berbentuk kura-kura.

Dengan telaten, Kakak pemandu mengajak anak-anak memutar tanah liat yang telah dibasahi di atas meja putar yang berbentuk bulat. Dikerubuti anak lain yang tak sabar ingin mencoba, hihi sabar mengantre yaa kiddos!

Sambil menunggu berbagai hasil karya anak-anak dijemur dan dibakar, kami  disuguhi es kelapa muda dalam bentuk kelapa utuh. Segar! Kami juga mengunjungi kios kecil yang berada di sebelah galeri, yang menjual berbagai perabot dari gerabah. Cantik-cantik lho gerabahnya! Kami membeli vas kecil untuk oleh-oleh kakek nenek Nailah di rumah. Ah, mengunjungi Dusun Klipoh benar-benar wisata edukasi yang mengasyikkan!

Photo Courtesy
Of  Ghozali

  

You Might Also Like

5 comments

  1. Wah sekolah kucica bikin anak kreatif ya

    ReplyDelete
  2. wah keren banget wiasata edukasinya. Kayaknya di indonesia ini memang perlu banyak dibuat wisata edukasi demi mengenal sisi tradisional nenek moyang kita

    ReplyDelete
  3. Asik banget endingnya,disuguhi es kelapamuda..seger

    ReplyDelete
  4. Asik acaranya..endingnya disuguhi es kelapa muda,segerrr

    ReplyDelete