Mengintip Candi Sambisari di Kalasan, Yogya

  • Sunday, January 22, 2017
  • By Dewi Rieka
  • 9 Comments

Mengintip Candi Sambisari di Kalasan, Yogya. 

Dear Readers, Kita jalan-jalan ke Candi Sambisari di Kalasan yuk.  Kalasan ternyata rumah beberapa candi yang cukup terkenal diantaranya Candi Prambanan yang tersohor, Candi Kalibening, Candi Sari dan Candi Sambisari. Letak candi ini tak jauh dari Candi Prambanan, sekitar 4 km. Dari Kota Yogya, sekitar 12 km jaraknya.

Candi Sambisari Kalasan Yogya
Saat itu, rombongan Sekolah Kucica Ungaran menuju Candi Sambisari setelah ngeteh dan nyemil di Omah Teh Kalasan. Begitu tiba, bu guru membagikan tiket bagi peserta. Harga tiket masuk hanya Rp2000 untuk pengunjung dewasa, dan Rp1000 untuk anak-anak. Wah, murah-meriah ya.

candi sambisari kalasan yogya
welcome to Sambisari
Tak disangka, suasana di kawasan Candi Sambisari ini nyaman sekali untuk dikunjungi. Kompleks candi tertata rapi, bersih dan nyaman. Lapangan rumput yang mengitari candi terpangkas rapi. Sampah tidak berserakan dan bikin sakit mata. Tempat sampah mudah kita temukan. Bunga-bunga terawat. Wah, senangnya!


candi sambisari kalasan yogya
bongkahan candi diletakkan rapi di sisi taman
Saat itu akhir pekan, pengunjung candi cukup ramai. Ada yang datang berdua, bersama keluarga hingga rombongan heboh seperti kami. Candi Sambisari ternyata menjadi favorit wisatawan. Tak heran, foto-foto Candi Sambisari bertebaran di Instagram.

Candi Sambisari terletak di Jalan Sambisari, Desa Sambisari, Kecamatan Kalasan Yogya.
Letak candi ini dikelilingi area persawahan dan pemukiman penduduk yang cukup ramai.

Jadi, penduduk sekitar memanfaatkan peluang yang ada dengan dengan berjualan makanan dan minuman. Jadi, tak perlu khawatir jika perut keroncongan setelah main di candi. Diluar kompleks candi banyak kios makanan dan minuman ringan kok.

candi sambisari kalasan yogya
pemandangannya cantik yaa, ada cewek kecil narsis

Candi Sambisari di Kalasan adalah candi Hindu Siwa yang dibangun sekitar abad ke 9. Bangunan candi ini ternyata pernah terkubur abu vulkanik letusan Gunung Merapi selama ratusan tahun, lho Readers.

Kemudian pada tahun 1966, tanpa sengaja seorang petani menemukan sebongkah batu. Dan yang tak disangka batu itu bukan batu biasa. Tapi adalah bagian dari sebuah candi yang cukup besar.

patung Dewi Durga di candi utama
Pemerintah segera bertindak dan dilakukan penelitian dan penggalian oleh arkeolog. Ternyata penggalian ini berhasil menemukan situs candi yang cukup megah dan bernilai tinggi bagi pencatatan sejarah Indonesia.

Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung dari Kerajaan Medang Sanjaya.

Karena penemuan candi ini di Desa Sambisari, dinamakanlah Candi Sambisari. Pada sekitar abad ke 11 terjadi bencana alam dahsyat di Yogya, yaitu meletusnya gunung Merapi. Bencana dahsyat itu mampu mengubur banyak desa termasuk candi ini.  Masya Allah, manusia benar-benar setitik debu ya.

Saat kami menuju area utama candi, terdapat banyak bongkahan batu dari candi yang diletakkan di sisi taman. Mungkin pemugaran tahun 1986 belum sepenuhnya selesai, atau ada bagian candi yang belum ditemukan ya. Semacam merangkai puzzle deh pemugaran ini. 

candi sambisari kalasan yogya
anak-anak bersenang-senang di bawah mentari candi sambisari
Siang itu, matahari bersinar cukup terik, tapi tak menghalangi semangat anak-anak mengitari kawasan Candi Sambisari Kalasan. Mereka takjub ketika diceritakan candi ini dibangun beratus tahun yang lalu.

Namun, panas menyengat tidak membuat antusiasme anak-anak Sekolah Kucica menjelajah luntur. Sedangkan orangtuanya menyerah dan mencari tempat teduh, hahaha.

Candi Sambisari Kalasan (Foto: www.tourwisatajogja.com)

Taman-taman berumput di sekitar candi yang teduh menjadi oase bagi pengunjung.  Banyak pengunjung akhirnya berteduh,  sambil  menikmati pemandangan amazing siang itu bersama pasangan atau sahabat. Dimana-mana bertebaran pengunjung yang selfie. Hehe,  kekinian banget ya.

Terasa aman dan damai duduk-duduk di area tepi candi. Terbayang suasana beratus tahun lalu. Seperti apa ya, kehidupan mereka?  Bagaimana cara mereka hidup? 

Kami lalu menuruni tangga batu menuju area utama candi. Terlihat, Pengunjung asyik bergantian berfoto di candi utama dengan tertib. Ada beberapa reruntuhan candi yang belum direstorasi. Candi Sambisari terdiri dari satu candi utama dan tiga candi pendamping. Dan dikelilingi pagar batu yang tersusun rapi. 

candi sambisari kalasan yogya
jalan setapak rapi menuju area candi
Ada tiga patung yang terpahat di candi utama, yaitu Patung Ganesha, patung Durga dan patung Agastya. Walau suasana ramai, kami sempat berfoto di masing-masing patung ini. Sedangkan ketika kami mengintip bagian dalam candi utama, terdapat patung lingga dan yoni, simbol alat reproduksi manusia. 

Anak-anakku excited, mereka memang suka melihat candi dan arca. Juga suka mendatangi museum dimanapun kami piknik, hehe. Minat mereka akan seni dan sejarah menurun dari kakek dan omnya, adik aku yang dulu bahkan bercita-cita jadi arkeolog.

Kami tidak terlalu lama berada di area candi, karena terik matahari membuat anak-anak eh emak puyeng. Rombongan pun kembali ke area dekat pintu masuk yang teduh karena dipenuhi pepohonan yang rimbun.

arca di ruang informasi candi sambisari
Saat berkeliling, aku menemukan sebuah ruangan kecil di belakang loket masuk. Ternyata  ruangan ini adalah ruang informasi Candi Sambisari.  Isi ruangannya adalah cerita asal-usul ditemukannya Candi Sambisari pada tahun 1966. Yang akhirnya dipugar 20 tahun kemudian yaitu tahun 1986.

Isinya cukup menggambarkan asal mula ditemukan candi ini oleh petani setempat. Ada peta dan gambar kronologis letusan Gunung Merapi yang dahsyat pada Abad ke-11 dan menimbun candi Sambisari dengan tanah dan debu vulkanik setinggi 5.5 meter.

Masya Allah, candi besar saja tertimbun. Bagaimana nasib rumah penduduk desa? Tak terbayang, berapa banyak penduduk desa yang menjadi korban.

Selain itu, juga dipajang beberapa arca dalam kota kaca. Sayangnya tidak utuh lagi penampakannya. Disebutkan juga di poster, beberapa arca peninggalan Kerajaan Mataram Kuno itu dicuri dan dijual dengan harga mahal pada kolektor di luar negeri. Ya, padahal nilai sejarah arca ini tak terhingga ya,  hiks.

candi sambisari kalasan yogya
lanjutkan perjalanan naik gerobak sapi lagiii
"Arcanya dicuri penjahat ya, Ma? Nakal ya?" tanya Alde sedih.

Hiks. Iya Nak. Namanya orang serakah sih tak peduli pada nilai sejarah dan berharganya arca ini untuk bangsa kita.

Cukup lama kami melihat-lihat di ruangan informasi ini.  Tak lama, Ibu guru memanggil kami untuk melanjutkan perjalanan piknik hari itu. Kami 
tinggalkan Candi Sambisari dalam keheningan. Dan sejuta kesan mendalam yang membekas di hati anak-anak.

candi sambisari kalasan yogya
klontang klontan bye bye

You Might Also Like

9 comments

  1. Jujur saya baru tahu Candi Sambisari dari postingan mbak Dew ini. Haduh telat ya mbak saya.. :D Thanks for share mbak :)

    ReplyDelete
  2. Keliatan bgt rapi bersih dan panas jg hihihi...

    ReplyDelete
  3. kalau lihat candi suka membayangkan bagaimana mereka buat saat itu, kok bisa bikin bangunan keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, saya juga sering kebayang zaman dulu gimanaa suasananya, orang2nya sudah tiada, hasil karyanya masih kita nikmati ya..

      Delete
  4. Replies
    1. Yuk main ke Jogja, aku pun kangen piknik di Jogja, hiks..

      Delete
    2. klo ke jogja lagi, meet up yuk mbak

      Delete