Museum Bank Indonesia Yang Seru

Museum Bank Indonesia Yang Seru.
Hari ini,  aku ingin mengajak Readers jalan-jalan ke Museum Bank Indonesia di kawasan Kota Tua Jakarta.

Museum menjadi pilihan wisata yang mengasyikkan dan murah-meriah untuk anak-anak. Ada sekitar 47 museum lho di Jakarta. Aak, aku baru masuk berapa museum ya di Jakarta? Bisa dihitung dengan jari satu tangan saja! 

Museum Bank Indonesia (Sumber: Wikipedia.org)
Jalan-jalan kali ini bersama Alde dan Lestari, sobatku. Ia baru saja tiba dari Semarang naik kereta api dan dilanjutkan naik Komuter, tiba juga di Bogor.

Hari ini rencananya kami menjelajah Kota Tua di Jakarta. Duh, aku sering ketukar deh penyebutannya, hihi dengan Kota Lama Semarang. Sama-sama bernilai historis tinggi dan asyik untuk dijelajahi  ya.

Dari Bogor, kami bertiga naik komuter. Lumayan juga dari Bogor ya Kota Tua, letaknya ujung ke ujung. Dari stasiun pertama di Bogor hingga stasiun terakhir di Jakarta Kota.  Tapi perjalanan terasa santai dan mengasyikkan karena penumpang tidak ramai. Bukan jam sibuk. Kami cukup menikmati perjalanan hari itu. 

Begitu sampai Stasiun Jakarta Kota, kami beli minum dan camilan dulu di minimarket stasiun. Lalu keluar dari stasiun, belok kanan melewat i lorong bawah tanah yang menghubungkan stasiun dan gedung Bank Mandiri.

Menyusuri lorong bawah tanah ini tidak seram kok, malah ramai dengan berbagai kios pedagang mulai dari penjual bakso dan siomay,  buah-buahan, mainan hingga baju. Ada tanda petunjuk juga sehingga kita tidak tersesat.

Kami sempat mampir mengisi perut dulu di kedai bakso, lalu melanjutkan perjalanan menuju gedung Museum Bank Mandiri. Sayangnya,  saat itu museum sedang direnovasi sehingga tutup. Kami lalu menuju Museum Bank Indonesia yang seru.

Loket Bank pada masa penjajahan Belanda

Museum Bank Indonesia ini menempati gedung megah dan terbilang kuno beralamat di Jalan Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta di Kawasan Kota Tua. Bangunan megah bercat putih ini adalah gedung peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1828. Wow, terbayang deh bersejarah sekali ya,  Readers!

Alhamdulillah, museumnya buka. Hari itu Selasa dan pengunjung dari berbagai sekolah cukup ramai. Jangan berkunjung pada hari Senin karena museum Bank Indonesia dan seluruh museum di Indonesia tutup ya.

Begitu kami masuk gedung, langsung deh sejuk terasa karena penyejuk ruangan museum berfungsi maksimal. Hilang deh gerah yang kami rasakan selama berjalan kaki tadi.

Tak hanya desain gedung yang cantik, interior bagian dalam pun apik deh. Terawat dan terang sekali hingga tidak terasa spooky seperti kesan yang sering kita alami jika berkunjung ke museum. Aku mengagumi ornamen atapnya yang cantik.

Diorama suasana bank zaman Belanda
Sebelum masuk museum, kita harus melewati pemeriksaan oleh satpam. Ya, pengamanan lebih ketat daripada museum lain.  Ada alat detektor seperti di bandara. Setelah itu, kami naik ke lantai atas dengan eskalator.

Kami lalu mengantre di loket dengan tertib. Tiket masuk per orang hanya lima ribu rupiah lho. Untuk pelajar atau mahasiswa gratis, tinggal menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa maka kalian bisa gratis masuk museum lho. 


Setelah membeli tiket, kita harus menitipkan tas dan barang bawaan lain di tempat penitipan barang. Bahkan dompet pun harus ditinggal di tas. Untunglah, kita bisa membawa kamera atau telepon genggam untuk memotret di dalam museum. 

Ruangan pertama yang kami masuki adalah deretan bilik yang ternyata adalah bilik loket yang digunakan transaksi keuangan antara pegawai bank dan nasabah pada zaman Belanda. Ada patung petugas bank yang akan kita temui jika kita masuk ke salah satu bilik. Jadi teringat kegiatan ratusan tahun lalu yang berlangsung di gedung ini. Terbayang ramainya. Aih, jadi gimana gituu.. 


Setelah itu, pengunjung akan memasuki ruangan sejarah bank Pra Bank Indonesia dan sejarah dunia perbankan Indonesia setelah BI berdiri. Ya, ruangan pajang museum ini ditata dan didesain sedemikian rupa hingga jika kita masuk, kita akan menjelajahi sejarah perbankan nasional secara runtut dan sistematis. Kita seolah sedang menaiki mesin waktu kembali ke masa silam untuk melihat situasi Indonesia dulu kala. 

Disana dipaparkan aktivitas keuangan dan perbankan Nusantara sebelum dijajah Belanda, saat sistem mata uang belum dikenal dan masih menggunakan sistem barter, lalu kita memasuki ruangan yang menceritakan keadaan keuangan negara saat masa penjajahan dan setelah BI berdiri. Berbagai mata uang Republik Indonesia dari awal hingga saat ini dipajang rapi. 

Kita juga flashback masa krisis ekonomi 1998 dan kerusuhan yang menyebabkan negara kita carut-marut. Benar-benar merinding rasanya menyaksikan kejadian saat itu. Dimana bank mengalami rush money dan kolaps. Pengangguran merajalela dan kekerasan terjadi dimana-mana. 

Ya, sejarah Indonesia tak bisa lepas dari peran Bank Indonesia sebagai badan yang mengatur regulasi perbankan di Indonesia. Sepanjang usia Republik Indonesia, ada Bank Indonesia yang mengatur perbankan kita. 

Museum Bank Indonesia yang seru ini memang bukan museum biasa. Museum sering dianggap tempat yang membosankan dan suram. Tidak kekinian. Dan museum ini berhasil menjungkirbalikkan stigma itu.  Museum ini keren. Penjelasan sejarah BI diuraikan dengan menarik tak hanya dengan berbagai benda tapi juga dengan memanfaatkan multimedia.

Tak hanya pajangan benda atau berupa display tulisan, tapi dengan berbagai diorama yang menarik, display elektronik, film, tv plasma dan lainnya. Sejarah bank ini menjadi sangat menarik bahkan untuk anak-anak yang berkunjung kesini. 

Permainan tata cahaya dan tata suara juga menambah seru museum ini. Kita serasa berjalan di sebuah lorong waktu menembus masa silam. Duh, nggak menyesal deh jauh-jauh dari Bogor dan Semarang main kesini!  Hihi. 

Lobi Museum Bank Indonesia (Foto: Wisatasekolah.com)

Tak heran kalau Museum Bank Indonesia dinobatkan sebagai museum terbaik se-Jakarta dan se-Jabodetabek pada tahun 2014. Mereka juga meraih sertifikat keunggulan dari Trip Advisor yang hits itu.

Museum yang ternyata baru  berdiri tahun 2009 ini juga memiliki ruang numismatik yaitu ruangan berisi berbagai koleksi uang kuno Nusantara hingga mata uang berbagai negara di dunia. Kita bisa menyaksikan berbagai mata uang di dunia di ruangan yang tertata apik. Tempat penyimpanan uangnya berupa lemari pajang yang bisa digeser lho.  Unik banget. 

Yang mimpi jadi horang kayah, bisa mampir di ruangan emas moneter dan memegang batangan emas hihi. Amazing deh melihat berkilo-kilo emas menumpuk, jadi ingat Paman Gober, tokoh rekaan Walt Disney yang mendunia. Hihi, Paman Gober juga punya ruangan duit yang bisa ia renangi kalau sedang bosan. Beneran,  Museum Bank Indonesia Seru,  ya. 

Selain ruangan itu, ada juga ruangan teater yang akan beroperasi untuk pengunjung dalam rombongan. Untuk pengunjung umum, ada jadwal pemutaran film dan tour guide.

Jadwal pemandu tur yang tersedia untuk pengunjung umum adalah hari Jumat pukul 10.00, Hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 dan 14.00. 

Ruang emas murni di Museum Bank Indonesia (Foto: wisatasekolah.com)

Pada waktu-waktu itu, kita bisa mengelilingi museum dengan pemandu dan menyaksikan pemutaran film Sejarah BI. Jadi, pastikan dulu jadwalnya ya jika kalian ingin berkeliling museum dipandu pemandu dan menonton filmnya. Sayang pas kami kesana bukan jadwalnya hiks. 

Untuk anak-anak ada semacam ruangan untuk main dan menonton film kartun bertemu perbankan Indonesia. Alde asyik menonton tentang asal mula uang sebagai alat pembayaran. Betah dia!  Sebelum keluar ke lobi,  Ada toko kecil yang menjual souvenir Museum Bank Indonesia untuk oleh-oleh. 

So, jika berlibur ke Jakarta jangan lupa mengunjungi museum ini ya Readers. Kita bakalan menambah ilmu tentang dunia perbankan nasional. Anak-anak juga pasti senang. 

Museum ini buka setiap Selasa-Jumat 08.00-15.00, Sabtu-Minggu 08.00-16.00 WIB.  Untuk hari Senin dan hari libur Nasional, Museum ini tutup yaa.  Untuk informasi, silakan hubungi 021-2600158. Yuk, kita jelajah museum. 

You Might Also Like

14 comments

  1. gedungnya megah sekali ya mbak dew...sering ke jakarta, tapi belum pernah kesini. mungkin next time perlu kesini yaa mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayok paiiii, nambah ilmu di museum BI hehe

      Delete
  2. Sangat menarik dan menambah wawasan..moga suatu saat bisa berkunjung kesini

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mbaa makasih udah mampir blogku yaa

      Delete
  3. Aku belum pernah masuk kesini mak baru liat luarnya aja, bawa anak-anak kesini boleh juga nih sekalian belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, excited deh bocah diajak kesini, diorama dan pajangannya colek able hihi

      Delete
  4. Waaaah jd museum terbaik?? berarti aku harus datangin nanti :).. biasanya aku paling suka dtg ke museum yg punya sejarah kelam dibaliknya mbak.. cth nya museum jend nasution , yg nyeritain gimana pasuka cakrabirawa dtg dan menembak ade irma, trs menculik pierre tandean.. sampe lubang peluru msh ada.. trs museum lubang buaya, museum jend ahmad yani... ada cerita tragis dibaliknya..

    nah kalo cerita sejarah biasa kyk Bi aku blm pernah nih.. tapi bnyk yg bilang memang bgs sih isi museumnya.. :)..ntr mau bawa anakku jg ah kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, museum nya ramah anak, bagus banget buat belajar tentang uang dan perbankan :)

      Delete
  5. wisata yng bagus dan mendidik ya mbak..pingin deh kapan2 ke bi

    ReplyDelete
  6. Emasnya bisa dibawa gak mbk... hahaha.

    ReplyDelete
  7. aku harus menyiapkan anakku nich buat jelajah museum di Jakarta. Walaupun sering lewat, belum pernah mampir ke museum BI ini

    ReplyDelete
  8. Oh sekarang bayar ya. Mungkin supaya pengunjung lebih menghargai dan menjaga kebersihan. Museum ini termasuk yang paling wah diantara museum lain di kawasan Kota Tua. Bersih juga adem.

    ReplyDelete