Peribadatan Puja Mandala, Bali

  • Thursday, January 05, 2017
  • By Dewi Rieka
  • 9 Comments

Peribadatan Puja Mandala Bali.
Masih edisi jalan-jalan ke Bali, hehe. Saat perjalanan ke pantai, kami mampir di Peribadatan Puja Mandala yang terletak di Jalan Kurusetra Desa Bualu Nusa Dua,  Kabupaten Badung, Bali. Terima kasih ya Ferdi, kami jadi bisa mampir kesini dan menikmati keberagaman Peribadatan Puja Mandala yang unik ini.

Peribadatan Puja Mandala Bali
Semua karena cinta di Peribadatan Puja Mandala Bali
Jadi teringat masjid dan gereja di Ungaran tempatku tinggal yang berseberangan jalan. Ada juga rumah ibadah yang bersebelahan hanya terpisah dinding saja seperti Masjid Al Muqarrabien dan Gereja Masehi Injil Sangihe Talaud di Tanjung Priok Jakarta Utara. Atau GKI Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah Solo yang juga berbagi alamat yang sama. Semuanya adalah bukti bahwa sejak dulu masyarakat kita dapat hidup berdampingan dengan damai dan rukun.
Tempat peribadatan Puja Mandala ini unik karena ada 5 tempat ibadah yang berdampingan. Benar-benar mencerminkan keberagaman Indonesia ya Readers. Berbeda-beda tapi tetap rukun dan saling cinta,  tsaah..

Peribadatan ini terletak di Jalan Kurusetra, Nusa Dua Bali, Kabupaten Badung. Kalau dari Bandara Internasional Ngurah Rai kita cukup melalui tol laut Mandara yang fenomenal itu. Ada 5 tempat ibadah yaitu Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, dan Pura Jaganatha. Hanya kurang kelenteng tempat ibadah agama Konghucu ya.

Peribadatan Puja Mandala Bali

Sungguh,  aku merasa adem berada di Peribadatan Puja Mandala ini. Inilah kita, Indonesia! Bangsa kita terdiri dari berbagai agama, suku,  budaya dan adat istiadat namun tetap satu bernama Indonesia. Peribadatan Puja Mandala ini simbol Bhinneka Tunggal Ika.

Abaikan perselisihan dan perdebatan beberapa bulan ini di sosmed. Karena nggak tahan, aku sampai harus menghapus beberapa akun teman yang hobi share berita hoax dan SARA yang rawan memecah belah persatuan Indonesia. 

Vihara Buddha Guna menarik tampilannya dengan bangunan berukir dan dekorasi dua patung gajah di pagar depan Vihara.

Peribadatan Puja Mandala Bali
Suasana Puja Mandala (Foto Gopey Sandi Kompasiana) 

Halaman parkir Puja Mandala tidak terlalu luas tapi tidak masalah ya, karena jadwal beribadah para pemeluk agama berbeda-beda.  Gereja akan dipadati pengunjung pada hari Minggu dan masjid pada hari Jumat untuk ibadah salat Jumat. Para wisatawan yang sedang berlibur di Nusa Dua Bali bisa beribadah sesuai agamanya di Puja Mandala ini.

Merupakan pemandangan biasa ketika lonceng gereja berdentang bergantian dengan azan Masjid. Puja Mandala sendiri berarti tempat peribadatan. Setiap tempat ibadah menempati luas lahan yang sama yaitu sekitar setengah hektar.

Peribadatan Puja Mandala Bali

Peribadatan Puja Mandala ini diresmikan oleh Menteri Agama Tarmizi Taher pada 1997 dan yang diresmikan belakangan adalah Pura Jagat Natha pada 2004. Awalnya, di kawasan wisata Nusa Dua itu akan dibangun masjid, lalu Menteri Pariwisata RI saat itu Joop Ave mengusulkan untuk dibangun beberapa tempat ibadah dalam satu kompleks agar wisatawan bisa tetap beribadah walaupun sedang berlibur. Akhirnya dibangunlah lima tempat ibadah secara bertahap dan terakhir Pura Jagat Natha pada tahun 2004.

Berpose di depan Pura Jagat Natha Bali
Waktu kami kesana,  sedang ada pemotretan pre wedding di Gereja  Protestan.  So sweet deh melihat kebahagiaan dua sejoli. Memang nyaman deh berada disini. Tak heran, Puja Mandala kini menjadi salah satu tempat tujuan wisata religi di Bali. Jika sedang menjelajahi Nusa Dua, jangan lupa mampir ke Peribadatan Puja Mandala ini ya Readers!


You Might Also Like

9 comments

  1. Rasanya pengen ke bali lagi. tapi ke tempat yang belum pernah dikunjungi wisatawan.. amiin

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah saya pernah sholat di Masjid Agung Ibnu Batutah itu. Tahun 2007 saya ada gawe di sebelah sana dikit Sekolah Tinggi Pariwisata, Bali. Jadi cukup familiar dengan tempat itu.

    salam,
    http://alrisblog.wordpress.com

    ReplyDelete
  3. Menyaksikan keharmonisan tiga agama yag hidup berdampingan di sana ya Mbak Dedew.

    ReplyDelete
  4. Berasa banget ya rukunnya klo rumah ibadah gini berdampingan. Selalu berharap dimana pun seluruh rakyat Indonesia bisa rukun gini, enggak gontok2an mulu.

    ReplyDelete
  5. Artistik bentuk bangunannya dan nampak sejuk juga asri suasananya

    ReplyDelete
  6. Seharusnya seperti inilah cermin sesungguhnya Indonesia Raya.
    Perbedaan itu adalah penyatu bangsa, bukan pemecah belah.

    ReplyDelete
  7. Memang sungguh apik, wajar buat foto2 prewed ya Mbak. Maafken baru mampir, via hp ntar yg muncul nama samaranku Mbak hehehe..kudu buka lepi dulu :D

    ReplyDelete
  8. 5 tempat ibadah berdampingan? Keren bgt... Saya ga ikut ke sana, hiks...

    ReplyDelete