One Day Trip Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo

One Day Trip Dieng, Wonosobo. Alhamdulillah, setelah lama mupeng akhirnya kesampaian juga piknik ke Dieng. Lebih hepi lagi karena bisa bareng penghuni perumahan tempat aku dan my lil fam tinggal selama 8 tahun.
Foto keluarga di kawah sikidang Dieng wonosobo

Acara piknik seperti ini biasanya tak kulewatkan karena kesempatan untuk mempererat silaturahmi ya. Untuk piknik, setelah memilih tujuan wisata di Jateng, kami lalu sepakat menggunakan jasa agen perjalanan di Ungaran. 

Alasannya biar kami tinggal duduk manis, hihi. Nggak pusing mengurus ini-itu selama perjalanan piknik. Ada beberapa tempat yang kami datangi saat one day trip Dieng ini. Perjalanan dimulai pagi sekali dari Ungaran. 

Deg-degan juga karena saat itu, Bulan Februari hujan sedang deras-derasnya. Duh, mau lihat apa kalau hujan pas di Negeri di Atas Awan? Beneran, selama perjalanan hujan melulu. Akk, tidaak!

Perjalanan tak membosankan karena penumpangnya mengobrol seru, hehe. Tapi diselingi deg deg splash sih lihat jurang yang menganga. Duh, Gustii!

1. Gardu Pandang Tieng
Tujuan pertama bus mungil kami adalah Gardu Pandang Tieng. Berada di ketinggian 1789 Mdl, tepat di atas Desa Dieng. Katanya, tempat ini cocok banget untuk menikmati golden sunrise selain Bukit Sikunir.

Seseruan bocah petualang di Dieng Wonosobo

Alhamdulillah, saat kami turun dari bus menikmati pemandangan, hujan reda dan kabut yang menutupi pegunungan, menipis! Kami bisa menikmati pemandangan dari ketinggian. Masya Allah!


Tak hanya foto-foto narsis, kami juga sempat makan sate dan bakso di warung sebelah gardu pandang, haha. 

2. Telaga Warna
Perjalanan berlanjut bersama pemandu wisata kami yang ramah. Tujuan kami berikutnya adalah Telaga Warna. Sebuah telaga yang unik karena warna airnya berubah-ubah sesuai mood, eh.

Hiking seru bareng sobat menjelajahi Telaga Warna Dieng

Konon, karena kandungan sulfur tinggi hingga warna air berubah dari hijau, merah hingga putih. Saat itu hari Minggu, Dieng cukup padat. Agak susah cari parkir. Kami berjalan cukup jauh menyusuri setapak. Pemandangan indah, sayang agak susah berfoto karena ramainya pengunjung. Hiks.

Ingatlah hari iniii

Telaga Warna ini juga memiliki beberapa gua yang menarik seperti Gua Semar dan Gua Jaran Resi. Anak-anak heboh ingin hiking mengelilingi danau. Ternyata, cukup jauh juga jalannya, hehe.

Telaga Warna Dieng nan syahdu

Yang ingin berfoto, bisa mencolek fotografer keliling yang banyak kita temui. Bisa langsung dicetak fotonya. 

3. Candi Arjuna 
Tujuan kami berikutnya adalah Candi Arjuna. Candi ini masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara, lho. Ya, Dataran Tinggi Dieng memang masuk wilayah dua kabupaten yaitu Wonosobo dan Banjarnegara. Unik, ya.

Berpose di Candi Arjuna Dieng 

Tiket masuk candi ini jadi satu dengan tiket ke Kawah Sidikang. Terletak di ketinggian 2093 Mdl, pemandangan sekitar candi ini luar biasa indah. Dikelilingi perbukitan yang cantik, membuat suasana kompleks candi ini semakin syahdu. Mungkin suasananya sama ya dengan ratusan lalu.


Mendung menggantung, kabut mulai menyelimuti Candi Arjuna yang sepi.  Jadi kedinginan deh. Kompleks candi ini tertata apik dan bersih. Membuat kita betah menyusuri jalannya. 

Candi Arjuna merupakan cagar budaya yang dilindungi pemerintah. Merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Istimewanya, Candi Arjuna ini konon merupakan candi tertua di Jawa. Prasastinya tersimpan di Museum Gajah bertanda tahun 809 Masehi. Wow.

Candi Arjuna Dieng Wonosobo (Foto: www.diengmurah.com)

Ada 5 candi yang berada sejajar di kompleks ini. Selain Candi Arjuna, ada Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Puntadewa dan Srikandi. Bentuknya pun tidak terlalu tinggi. Candi ini dibangun untuk memuja Dewa Siwa.

Oh iya, Candi Arjuna dulu terendam air sebelum ditemukan seorang tentara Inggris tahun 1814. Setelah itu dilakukan restorasi oleh Belanda. 

4. Kawah Sikidang 
Dataran Tinggi Dieng terbentuk karena letusan gunung Prau ratusan tahun lalu. Tak heran, Dieng memiliki banyak kawah yang masih aktif disana-sini. Ada kawah beracun yang tak boleh kita kunjungi.



Tapi ada pula kawah yang menjadi obyek wisata. Yang terkenal, adalah Kawah Sikidang yang letaknya tidak jauh dari Candi Arjuna. Kawah ini unik karena letak kawahnya selalu berpindah.

Menurut pemandu wisata kami, dulu kawah utamanya dekat pintu masuk. Kini kita harus jalan cukup jauh untuk mencapainya. Sikidang konon berasal dari kata Kijang.


Selain karena kerap berpindah bak kijang lincah, berhubungan dengan legenda Putri Shinta Dewi. Kawah Sikidang ini menarik dikunjungi, selain mengagumi kawah nan gagah, kita juga bisa berfoto narsis dengan berbagai properti yang disediakan.


Mulai dari berpose dengan burung hantu, patung gorila hingga mobil jip. Ingin main flying fox juga bisa. Sebelum masuk kawasan kawah, ada pasar yang menjual berbagai oleh-oleh khas Dieng mulai dari manisan carica hingga purwaceng. Teliti sebelum membeli agar tidak kecewa.

5. Dieng Plateu Theatre
Satu tempat yang sayang dilewatkan adalah teater ini. Diresmikan tahun 2006 oleh Presiden SBY, teater ini menjadi daya tarik tersendiri. Hanya membayar Rp5000, kita bisa mendapatkan pengetahuan seputar gunung berapi dan Dieng.

Dieng Plateau Theatre Wonosobo (Foto www.IndonesiaKaya.com)


Bioskop ini mampu menampung 20 an pengunjung dan kita bisa menikmati film selama hampir setengah jam. Ada musala, kios dan permainan flying fox. 

You Might Also Like

12 comments

  1. Kalau saya suka banget sama spot di Candi Arjuno, luas bisa guling-guling ala India haha... dan bisa memandang ke perbukitan di sekitarnya yang indah nian. Duh jadi ngebayangin dulu jaman nenek moyang kita di tempat ini mereka pasti hidup rukun damai dan religius banget.

    ReplyDelete
  2. Aku belum ke gardu pandang. Mesti balik lagi, kayaknya...

    ReplyDelete
  3. Wow, ada burung hantu. Itu burung hantunya selalu ada di sana Mba?

    ReplyDelete
  4. Seru ya Mbak ngetrip One Day.. Ah kapan aku bisa ke sana ya.. 😢

    ReplyDelete
  5. Suka sama udara di dieng sejuk banget, tapi jelang dini hafi brrr, pas kesana 2 hari semalem gak sempet nonton dieng plateau theaternya sayang, udah gempor kaki naik bukit sikunir liat sunrise, walau capek sangat berkesan pokoknya mah. Kompak ama tetangga ya mbak dew senangnya 😊

    ReplyDelete
  6. Guyub banget warga kompleksmu makdewww. Aku kayaknya pernah ke dieng tapi jaman dahuluuuu banget, smpai lali rasane hahaha

    ReplyDelete
  7. lama gak ke dieng padahal dekat sekarang e,,,seru niliburannya sepertinya

    ReplyDelete
  8. Mba.. Itu piknik ke dieng, bayarnya brp? Kampung jg mau piknik , mau usul ke dieng. Hehe

    ReplyDelete
  9. Dieng...selalu bikin kangen..

    ReplyDelete
  10. kawah sikidang selalu rame ya,itu burung hantunya lucu banget kak

    ReplyDelete
  11. Sempet rencana ke Dieng tapi kok ya sampe sekarang ngga kesampaian melulu hihihhi :D harus direncanakan lagi ah, sekalian ketempat yang ada di list ini...

    ReplyDelete
  12. Jadi pengen ke Dieng.
    Berharap suatu saat bisa ke sana.

    ReplyDelete