Keunikan Pantai Tanjung Tinggi di Belitung

  • Thursday, June 01, 2017
  • By Dewi Rieka
  • 4 Comments

Keunikan Pantai Tanjung Tinggi di Belitong. Dear Pejalan Santai, masih segar di ingatan ya pantai dengan bebatuan raksasa yang jadi lapangan bermain Ikal, Mahar and the geng di film Laskar Pelangi 9 tahun lalu.

Keunikan Pantai Tanjung Tinggi Belitung

Pantai Tanjung Tinggi lah yang memikat hatiku untuk berkunjung ke Belitung. Rasanya ingin bertemu dan berlarian bersama Ikal cs.

Berkat Laskar Pelangi, pariwisata Belitung yang adem ayem bahkan lesu mendadak menggeliat. Ribuan wisatawan berbondong-bondong berkunjung. Senasib deh dengan Ubud yang makin hits setelah Eat, Pray, Love. Atau Magelang ketika Ada Apa dengan Cinta 2 ditayangkan.

Alhamdulillah, kesampaian juga main ke Pantai Tanjung Tinggi, terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung Utara. Jaraknya dari Kota Tanjung Pandan sekitar 30 km.

Keunikan Pantai Tanjung Tinggi Belitung

Jauh juga ya, apalagi dengan lokasi bangunan replika SD Laskar Pelangi dan rumah Ibu Muslimah di Desa Gantung, Belitung Timur. Padahal kalau di film, anak-anak berlarian ke pantai setelah pulang sekolah. Berlari maraton, ternyata!

Memasuki kawasan wisata Pantai Tanjung Tinggi, pemandangannya biasa saja. Langsung drop aku karena kecewa. Bayangannya kan biutiful banget. Mana perjalanannya lumayan jauh.

Pas tiba, disambut tempat parkir luas dan sedikit kotor. Berderetan kios pedagang menawarkan dagangan seperti mi rebus dan minuman instan, hingga souvenir dan batu akik.

Ada beberapa hotel yang bisa jadi pilihan tempat menginap di kawasan ini. Aku celingukan mencari loket untuk pembayaran tiket masuk. Nggak ada. Ternyata, masuk pantai ini tidak bayar kecuali sedang ada pertunjukan khusus di pantai, seperti dangdutan ya, hehe. I love gratisan!

Rombongan sengaja datang ke pantai  sore hari. Ya, katanya sunset di Tanjung Tinggi sangat indah dan dramatis.

Jadi nggak sabar. Ada papan nama granit besar terbuat dari granit yang menuliskan bahwa pantai ini menjadi tempat syuting film terlaris Indonesia, Laskar Pelangi tahun 2008. Kami langsung foto bersama. Hehe. Turis.


Setelah itu, barulah kami menuju pantai yang sebenarnya, yang selama ini kami akrabi lewat film kisah perjuangan hidup Ikal. Ya, nampak deretan batuan raksasa! Beneran, ini Tanjung Tinggi! Asli!

Ternyata, tidak butuh berjalan kaki jauh-jauh untuk mencapai Pantai Tanjung Tinggi. Dibalik deretan bebatuan besar, muncullah pantai yang cantik.

Sungguh, tak kalah cantik dengan deretan pantai yang kami kunjungi hari ini selama Island Hopping. 




Spontan jadi  nyanyi lagu Bunga Seroja deh! Soundtrack Laskar Pelangi. Kangen pada anak-anak murid Bu Muslimah di film Laskar Pelangi. Terutama Mahar yang asyik menempelkan kupingnya di radio kuno. Epik!

Pantai Tanjung Tinggi memiliki luas sekitar 80 hektar dan dihiasi puluhan batu besar yang menakjubkan. Saat itu, pengunjung pantai cukup ramai.

Banyak anak muda dan keluarga kecil bercengkerama di tepi pantai. Kami pun mulai mengambil posisi. Setelah puas berfoto-foto dengan latar belakang bebatuan, aku sudah siap berpakaian cerah agar nampak kece hasil jepretannya. Beneran, pakai baju hijau terang jadi ciamik deh fotonya! #mujidewe hihi. 

Setelah berfoto, kami pun mengambil posisi untuk melihat sunset. Kami memanjat bebatuan raksasa agar pandangan tidak terhalang melihat keindahan matahari terbenam berwarna oranye. Beberapa rombongan sudah mendahului kami. Mereka menyiapkan kamera dengan tripod, ada pasangan sedang mengobrol.

Siluet mereka nampak indah, jadi tak tahan ingin kupotret. Pemandangan diatas sungguh emejing. Untuk yang membawa anak kecil, hati-hati ya. Harus selalu memegang dan menjaga anak baik-baik. Kalau tak hati-hati, kita bisa tergelincir dan terjatuh ke tumpukan bebatuan, ngerii..


Alhamdulillah, tak lama matahari terbenam. Tak ada yang berbicara. Keheningan sempurna. Mengucapkan puji-pujian bagi pemilik semesta alam di kalbu masing-masing.

Terkenang kembali pada Verrys Yamarno pemeran Mahar, anak ganteng dan kreatif sahabat Ikal yang jadi favoritku di novel Laskar Pelangi. Gone too soon. Verrys meninggal di Jakarta 2015 silam karena sakit. Saat itu ia tercatat sebagai mahasiswa IKJ dengan beasiswa bersama Zulfanny, pemeran Ikal.

Perlahan, langit memudar oranyenya. Maghrib tiba, kami bergegas kembali. Dengan bayangan Ikal and the gang bernyanyi dilingkupi keindahan tanah surga, Belitong. 

You Might Also Like

4 comments

  1. Batu-batu besarnya bikin pantai ini jadi unik ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  2. seruuu bangettt.., jadi pengen jalan2 ke sana juga deh..

    ReplyDelete
  3. ntah kenapa, asal liat postingan tentang belitong cuma bikin baper aja.. eeerrrgghh

    ReplyDelete
  4. Aku kalau diajak ke Belitong malah pengen main ke Pulau Seliuk hahahahah

    ReplyDelete