Lunpia Cik Me Me Semarang, Rasa Lunpia Yang Menyenangkan!

  • Thursday, December 07, 2017
  • By Dewi Rieka
  • 3 Comments

Ngobrol Santai Bareng Cik Me Me di Lunpia Cik Me Me Semarang. Dear Pejalan Santai, Hari Rabu (06/12) aku dan teman-teman blogger perempuan Semarang Gandjel Rel diundang untuk bincang santai bersama Cik Me Me di gerainya yang beralamat di Jalan Gajah Mada No.107 Semarang. 

Cik Me Me yang kreatif dan ulet membesarkan bisnisnya

Kami bertujuh diajak ke lantai 2 gerai dan dijamu 6 rasa lunpia yang lezat serta minuman wedang uwuh anget yang bikin tenggorokan segerrr.

"Makan lunpianya sambil gigitin daun bawang, tambah nikmat rasanya," ujar Cik Me Me.

Ya, gerai lunpia Delight yang ternama di Semarang kini telah berganti nama menjadi Lunpia Cik Me Me sejak bulan November 2017. Bukan tanpa alasan Meliani Sugiarto yang sering disapa Cik Me Me mengubah nama brand lunpianya. Ternyata, agar lunpia khas Semarang ini namanya lebih nyemarang dan bukannya pakai bahasa Inggris.


Adalah Bapak Drs. Adi Trihananto, MSi, Sekda Kota Semarang yang mempertanyakan mengapa kuliner khas Semarang ini dilabeli Delight yang berbahasa asing pada sambutannya pada ulang tahun Lunpia Delight tahun 2015. Akhirnya, tahun 2017 logonya mantap diubah menjadi Lunpia Cik Me Me dengan tulisan delight kecil di ujung atas logo. 

Logo baru lunpia Cik Me Me

Cik Me Me adalah sarjana Akuntansi, putri bungsu yang jadi pewaris generasi kelima dinasti lunpia Semarang Tjo Tjae Jie yang membuka usaha sejak 1870. Ayah Cik Me Me adalah Maestro Chef Tan Yok Tjay yang memiliki gerai Lunpia Mataram yang terkenal di Jalan Mataram. 

Menjadi pewaris lunpia ternyata tidak membuat jalannya mudah. Sejak SD, ia dibimbing ayahnya membuat lunpia sesuai resep warisan keluarga. Awalnya membuat saus lalu lunpia secara bertahap.


Kuncinya adalah pemilihan rebung yang sesuai untuk tiap jenis lunpia yang ia jual. Karena itulah, beliau turun tangan setiap hari agar kualitas lunpia terjaga. Kelebihan lunpianya adalah olahan rebungnya benar-benar kering sehingga tidak beraroma pesing khas rebung. Bumbunya pun tercampur sempurna jika rebungnya kering.

Ngobrol santai Cik Me Me dengan
Blogger Gandjel Rel

Saat merintis bisnis lunpia, ia memulainya saat kuliah dengan menggunakan gerobak di depan gerai ayahnya. Cik Me Me  berinovasi dengan membuat aneka rasa lunpia.  Bosan kan jika rasa lunpia itu melulu. Ia lalu membuka Lunpia Delight pada tanggal 20 Februari 2014. 

Ada enam varian rasa lunpia Cik Me Me yang meraih rekor Leprid tahun 2016 lalu yaitu Lunpia Raja Nusantara alias singkatan dari Rasa Jamur Nusantara yang didalamnya ada potongan kacang mede, terus ada Fish Kakap lunpia isi ikan kakap, adapula lunpia KaJaMu berisi daging kambing jantan muda.

Selain itu, ada lunpia Crab berisi daging kepiting lho. Terus bagi kalian  yang bukan pemakan daging jangan khawatir tersedia lunpia Plain bagi vegetarian, tanpa telur lho, terakhir tentu saja lunpia original berisi rebung dan ayam. Unik! Wah, Cik Me Me memanjakan selera pelanggan banget nih dengan pilihan rasa beragam dari yang selama ini dijual di Semarang.

Serius bingiiit Nuzha

Kelebihannya lagi, menyadari bahwa pelanggannya sebagian besar muslim, Cik Me Me berusaha mendapatkan sertifikat halal MUI. Dibutuhkan waktu cukup lama lho untuk prosesnya. Tapi berbuah manis, Begitu lunpia Cik Me Me memiliki sertifikat halal MUI, penjualan meningkat. Para pelanggan muslim tak ragu menyantap lunpia buatannya. No worry. Tak heran wisatawan asal Malaysia sangat menggemarinya. 

Tentu saja, semua bahan baku hingga bumbu dan minyak yang dipakai terjamin kualitas dan kehalalannya. Menurut Cik Me Me, setiap bulan, diadakan pengecekan lho oleh pihak MUI. Harga lunpia Cik Me Me berkisar Rp 8.000,- hingga Rp 20.000 per buah. Cukup ekonomis ya! 

Untuk minuman, cukup beragam lho. Deretan minuman dingin dipajang di kasir dan kulkas, menggugah selera. Selain menjual lunpia, kalian bisa membeli berbagai buah tangan khas Semarang bahkan Jawa Tengah. Mulai dari berbagai lunpia, bandeng presto, kue moaci hingga tape ketan! Asyik.

Totalitas blogger perempuan Semarang Gandjel Rel

Sambil ngobrol dan makan, kami pun mengamati interior restoran dua lantai ini. Ruangannya cukup besar. Kita bisa memilih makan di lantai satu atau di lantai atas. Ada playground untuk anak-anak main lho di atas. Asyik nih untuk kumpul dengan teman-teman, arisan sambil momong anak, hihi. Nggak bakal rewel mereka.

Asyiknya lagi, ada musala yang bersih di lantai dua. Jadi nggak usah galau pas nongkrong di sana terus masuk waktu salat. Bisa langsung cuss yaa. Keren deh pihak manajemen memperhatikan fasilitas musala untuk muslim.

Selain itu, ada ruang rapat yang bisa kita pakai lho di hari biasa. Dilengkapi AC serta proyektor. Gratis selama tiga jam, cukup membeli makanan seharga Rp50.000 per orang. Dijamin kenyang!

Nyicipin lunpia sampai kenyaaang

Acara ngobrol ini berlangsung guyub dan santai, kagum deh dengan kreativitas dan etos kerja Cik Me Me membangun bisnisnya. Oh iya, Tahun 2015, Cik Me Me meraih Kartini Award 2015 karena kerja kerasnya mempertahankan bisnis kuliner khas Semarang ini.

Lunpia tak hanya sekedar penganan tapi juga warisan leluhur dan warisan budaya kita. Sebuah proses panjang menghidangkannya di meja pelanggan. Cik Me Me memperjuangkan lunpia juga diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia. Ia bahkan pernah berdemo di depan Kedutaan Malaysia di Jakarta, menolak lunpia diklaim jadi milik Malaysia.

Seru banget deh ngobrol dengan Cik Me Me

Oh iya, untuk kalian yang ingin membeli lunpia Cik Me Me sebagai oleh-oleh bisa membelinya fresh di gerai Gajah Mada atau di bandara Ahmad Yani, lho. Ada boothnya di sana dan dijual dengan harga sama dengan gerai. 

Boothnya pun buka sejak pagi buta untuk melayani pelanggan penerbangan pertama. Kalian bisa bawa pulang lunpia goreng atau kukus dalam kondisi fresh, tahan hingga 24 jam karena tak ada pengawet. Jika ingin memesan lunpia selain original juga bisa lho, pembelian minimal 10 buah. Bisa dikirim pakai paket kilat ekspedisi juga.

Yang ingin makan lunpia tapi malas ke gerai, ada free delivery di 024 3511007 atau 085 100 000 727. Biasanya yang memesan dari tamu yang menginap di hotel. Selain itu, bisa memesan via ojek online. Beli satuan juga dilayani, lho. Jadi jangan lupa  Menikmati Lunpia sedap di Lunpia Cik Me Me di  Semarang, yummii.

Photo Courtesy of
Johanes Adityawan & Wuri Nugraeni

Lunpia Cik Me Me  Semarang
Jalan Gajah Mada No.107 Semarang
No Telepon: +62 24 3511007
Buka Setiap Hari: 
Pukul 05.00-22.00 WIB
Free Delivery di 024 3511007 
atau 085 100 000 727

You Might Also Like

3 comments

  1. Enak memang kalau lunpia cik me me, aku aja suka

    ReplyDelete
  2. Ternyata namanya lunpia ya mbak? Kirain selama ini namanya lumpia...hiihihihi

    ReplyDelete
  3. Awalnya aku meragukan tingkat enaknya lumpia generasi baru,, tapi ternyata enaaaakkkkk,,, sampe habis lebih dari 3 lumpia lho itu nyicipnya :D

    ReplyDelete