Menyantap Gangan di Rumah Makan Pulau Kepayang, Belitung

Dear Pejalan Santai, kali ini aku mau cerita tentang sebuah rumah makan unik di pulau kecil di Belitung. Namanya Pulau Kepayang. Uniknya, karena rumah makan ini punya pemandangan fantastis langsung berhadapan dengan lautan!

Rumah Makan Pulau Kepayang Belitung
Menyantap gangan di Pulau Kepayang

Alhamdulillah, akhirnya rombongan tiba di Belitung setelah pesawat kami mendarat di bandara H.A.S Hanandjoeddin. Lega rasanya! Hihi, dasar penakut.

Setelah beberapa bulan memegang tiket pesawat Garuda Indonesia hasil membandingkan harga paling murah di Skyscanner. Akhirnya jadi juga berlibur di Belitung, horee! Ternyata pilih-pilih harga tiket pesawat di Skyscanner seru, ya! Kita bisa merencanakan perjalanan dengan mudah!

Hari pertama di Belitung, kami mengunjungi kediaman Ibu Muslimah, guru Ikal di buku Laskar Pelangi. Kesuksesan buku dan film Laskar Pelangi membawa kesejukan bagi dunia pariwisata Belitung. 

Semua mata tertuju ke pulau kecil ini. Sayangnya, saat itu Museum Kata milik Andrea Hirata saat itu sedang direnovasi padahal aku pengen sekali berkunjung ke sana. Siapa tahu ketemu Pakcik Andrea? Hihi. 

Rumah Makan Pulau Kepayang Belitung
Pulau Kepayang yang cantik

Selain berkunjung ke rumah Bu Muslimah yang bersahaja, kami juga mampir di Warung Pak Atep di pusat kota Belitung.

Hari kedua,  waktunya Island Hopping ke beberapa pulau di Belitung. Ini dia yang ditunggu, lihat pantai! Kami naik kapal kayu yang imut. Kami mampir di beberapa pulau kecil yang cantik untuk duduk-duduk menikmati pemandangan bahkan snorkeling

Agak deg-degan juga naik perahu kecil mengarungi lautan hihi. Percikannya menggoda apalagi saat itu hujan cukup deras. Ombaknya juga agak besar. Bismillah. 

Rumah Makan Pulau Kepayang Belitung
Batuan raksasa yang memikat

Tapi, lama-kelamaan aku menikmatinya. Apalagi, ada pelampung oranye, hihi. Pulau yang kami singgahi diantaranya Pulau Lengkuas dan Pulau Batu Berlayar. Keunikan mercusuar di Pulau Lengkuas sudah kutuliskan beberapa waktu lalu. 

Tak terasa, siang makin naik. Matahari makin kinclong dan kami mulai lelah sehabis snorkeling. Tak disangka, saat mampir sebuah pulau kecil, di sana ada rumah makan! Yippiee! 

Pulau Kepayang ini ada Pulau Kepayang Besar dan Pulau Kepayang Kecil. Pemandangannya sama indahnya dengan pantai berpasir putih nan bersih serta pemandangan batuan raksasa yang tersusun cantik di kejauhan. 

Rumah Makan Pulau Kepayang Belitung
Nongkrong di Pulau Kepayang

Tentu saja kami bersemangat turun dari kapal. Lapar, shaay! Pulau Kepayang ramai dikunjungi para turis yang transit saat Island Hopping. 

Rumah makannya sederhana dan alami banget. Sebuah bangunan terbuka beratap rumbia dan berdinding bambu. Eksotis. Di tengah rumah makan, ada perahu terbalik berfungsi sebagai meja tempat minuman isi ulang berupa teh dan air putih. Rumah makannya cukup luas dan mampu menampung 100 orang tamu. 

Menurut pegawainya, rumah makan ini berdiri sejak 2013. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan dan konon satu-satunya pulau kecil yang ada rumah makannya. Jadi, merupakan tempat transit dan mencari perbekalan jika ingin berkeliling pulau. 

Tak jauh dari situ, ada toilet sederhana dengan air bersih melimpah nyaman banget mandi setelah snorkeling dan juga musala berbahan sama, atap daun kelapa.

Menu makanannya beragam tapi kami tentu saja memilih hidangan seafood diantaranya ikan bakar, menu khas Belitung ikan dalam kuah gangan, cumi goreng tepung, dan lainnya. 

Rumah Makan Pulau Kepayang Belitung
Mari Makan Shaay

Yang tak suka seafood ada sate ayam dan nasi goreng serta berbagai jenis sayuran. Tak hanya makanan berat, kalian juga bisa memesan menu camilan seperti singkong goreng, otak-otak dan kentang goreng. Tak lama, makanan tiba. Mari makaan! 

Rasanya nikmat, makan sambil bersenda gurau dengan sahabat di bawah atap rumbia dengan angin sepoi-sepoi. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan? Sesudah makan dan salat Dhuhur, rombongan mengunjungi penangkaran penyu tak jauh dari sana. 

Untuk masuk ke area penangkaran cukup membayar Rp10.000 dan kalian akan takjub melihat ratusan penyu kecil ini.  Tapi, aku memilih nongkrong di tepi pantai dan leyeh-leyeh menikmati angin.

Selain rumah makan dan penangkaran penyu, ada penginapan lho di pulau ini. Penampilannya sederhana tapi tentu saja berkesan banget jika kalian menginap di sana, ya. Back to nature! 

Sebagai fasilitas pelengkap, juga ada sarana outbond untuk rombongan. Seru juga! Sungguh, Perjalanan ke Belitung berkesan banget. Semoga kelak bisa ajak bocah ke Pulau Kepayang, aamiin!

Photo Courtesy of
Katerina

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog 
yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

You Might Also Like

12 comments

  1. Jam jam laper, liat makanan seafood yg sepertinya mengiurkan.emang sebaiknya emang makan yg kenyabg kebelum keliling pulau hehe

    ReplyDelete
  2. Mabuk kepayang sama pulaunya juga ndak, mb?

    Ejie belom kemanapun disana -_-

    ReplyDelete
  3. Aku kangen banget sama gangan ini nih. Rasanya pengen terbang ke Belitung cuma demi Gangan. hahahaha

    ReplyDelete
  4. Memang pulau ini dipakai untuk singgah makan siang saat sedang melakukan island hopping. Harganya gk mahal juga kok makanan di sini.

    ReplyDelete
  5. Wah makan enak sambil liat pemandangan laut yg indah itu bisa bikin khilaf. Hahaha. Makan terus. Seru juga jalan2 ke Belitong nya

    ReplyDelete
  6. Pulau kepayang membuat mabuk kepayang, ngilerr liat seafoodnya. Makasih infonya Mba Dew. Salam manis dari aku si mantan anak kos dodol hehehehe

    ReplyDelete
  7. Aku selalu suka makanan laut. BTW itu Pulau Kepayangnya kok beneran bikin kepengen yaakk?

    ReplyDelete
  8. Sudah pulaunya cantik, makanan enak, teman-teman perjalanan seru, wah pengalaman berkesan sekali ya Mbak Dew. Sayang sedikit ya waktu ke sana museum Andrea Hirata sedang tutup

    ReplyDelete
  9. widih mantap banag nich kulinernya, jadi ngiler lihatnya

    ReplyDelete
  10. Ajak aku ke sana, mba Dew.. Mupeeeng... Oya semoga sukses lombanya ya..

    ReplyDelete
  11. huwaaa...belitung. udah lama pengin kesana gara gara baca novel nya andrea hirata. jadi tambah pengin abis baca ini

    ReplyDelete
  12. Aku penasaran dengan cita rasa Gangan

    ReplyDelete