Danau Kaolin Belitung, Kecantikan Yang Terlukai

  • Wednesday, October 03, 2018
  • By Dewi Rieka
  • 16 Comments

Dear Pejalan Santai, Alhamdulillah, Oktober tiba. Semoga diberi kebahagiaan dan keberkahan ya, aamiin. Sedang mellow banget karena berita bencana Sulawesi Tengah.

Danau Kaolin Belitung
Danau Kaolin Belitung Kecantikan Yang Terlukai


Sesak rasanya membayangkan kengerian yang mereka alami. Dan trauma akan kehilangan. Hiks. Semoga para korban diberi kekuatan oleh Allah, aamiin.

Baiklah, akhirnya hari ini aku apdet artikel blog lagi. Bulan September, artikel blog ini hanya satu artikel! Oh em jii, maafkan aku! Maklum, jarang jalan-jalan belakangan ini hehe sibuk menyiapkan naskah dan mengasuh bocah-bocah. 

Beberapa waktu lalu, aku main ke Belitung bersama geng blogger. Dan salah satu tempat yang berkesan karena keindahannya adalah Danau Karolin ups maksudku Danau Kaolin. Begitu tiba di sana, langsung takjub dengan pemandangan danau yang tidak biasa. 

Bagaimana tidak, di bawah langit luar biasa biru jernih berhias awan, terdapat danau luas berair biru jernih dengan daratan diselimuti kaolin berwarna putih bersih. Kombinasi yang memukau! Hati jadi terpaut.

Jadi teringat Kawah Putih Ciwidey di Bandung yang memiliki pemandangan tak berbeda jauh. 

Bedanya, kalau Kawah Putih adalah kawah alami gunung berapi yang berair panas dan berbau belerang, kecantikannya memang terpampang nyata dan terjaga, sedangkan Danau Kaolin terbentuk dari bekas galian tambang kaolin yang terisi air.

Danau Kaolin Belitung
Pondok untuk berteduh sejenak

Jadi, danau cantik ini sebenarnya hasil penggalian dan eksploitasi besar-besaran perusahaan tambang untuk berburu kaolin. Bekas penggalian ini tak bisa diperbaiki, tentu saja merusak permukaan tanah, meninggalkan bekas bolong-bolong yang kemudian terisi air. Waktu itu, Di sana-sini juga masih terlihat kendaraan berat untuk penggalian.

Iyaa, di balik keindahannya ternyata danau ini adalah hasil kerusakan alam. Hiks. Jadi teringat Brown Canyon yang cantik di Semarang. Keindahan lekukan bukitnya juga akibat kerusakan yang dilakukan para penambang pasir. Sedih. 

Sudah tahu belum bahan yang disebut kaolin? Kaolin adalah bahan kimia yang berguna untuk pembuatan berbagai benda seperti kosmetik dan pasta gigi. Bahan ini disukai karena sifatnya halus dan kuat. 

Ya, tak hanya menghasilkan timah, Belitung juga kaya akan kaolin. Karena kebutuhan yang besar untuk produksi di pabrik, tak heran penambangan kaolin ini dilakukan besar-besaran dan berdampak pada lingkungan. 

Kalau kita mengintip permukaan Belitung  dari atas pesawat pemandangan yang kita llhat adalah lubang-lubang putih dan biru tersebar di mana saja. Belitung jadi bolong-bolong kayak orang jerawatan, ya. 

Setelah ditambang besar-besaran, lokasi ini menjadi rusak dan tandus, konon berpengaruh pula pada sungai-sungai yang ada di sekitar TKP karena ikut tercemar. Miris banget rasanya. Bumi kita hanya satu lho, kalau rusak berat kita mau mengungsi ke mana? Mars?

Danau Kaolin Belitung
Cantik untuk berfoto

Balik ke TKP, Danau Kaolin ini akhirnya banyak dijadikan tujuan wisata para turis yang main ke Belitung. Selain menikmati keindahannya, banyak juga yang berfoto dan bahkan berenang. Tapi, hal ini tak disarankan karena kawasan sekitar danau masih jadi area penambangan. Tentu saja, beresiko bukan? Hanya ada pagar-pagar-pagar kayu seadanya untuk membatasi pengunjung dari danau.

Karena pemandangan yang indah dan unik pula, danau ini banyak dijadikan sebagai lokasi pemotretan prewedding untuk para calon pengantin.

Lokasi Danau Kaolin ini tak begitu jauh dari pusat Kota Tanjung Pandan. Tepatnya di Perawas, Desa Air Raya, Tanjung Pandan. Sekitar sepuluh menit dari pusat kota. Jika berkunjung ke sana sebaiknya saat matahari tidak menyengat ya sinarnya seperti saat pagi atau sore hari. Bisa gosong, ey! Hanya ada semacam pondok kecil untuk melihat pemandangan. 

Pas ke sana, rombongan kami kepanasan banget maklum tengah hari. Salah waktu banget. Buat membuka mata menikmati pemandangan saja sulit karena kesilauan.  Akhirnya banyak yang menunggu di bus saja.

Yang nekad turun bus, rasanya ingin menceburkan diri masuk danau saking gerahnya. Tapi, hal ini tak disarankan karena ada papan bertuliskan larangan berenang di danau, kedalamannya delapan meter! Ah, Belitung, kecantikanmu ternyata dilukai..

Photo Courtesy of
Dian 
www.adventurose.com







You Might Also Like

16 comments

  1. Beeeeeuh, kecantikan semua tempat yang ada di Belitung mah, sudah tidak pernah saya ragukan lagi deh kayaknya, Mbak :')

    ReplyDelete
  2. Wah mbak dew, c mas mau ke Belitung dan ke danau kalolin juga piknik karyawan dari kantornya, aku mah gak ikut hihi, baru pernah ke kawah ciwidey bandung dan brown canyon semarang aja heuheu

    ReplyDelete
  3. Saya masih mimpi terus mau ke belitung ini. Krn mmg wisatanya cantik2. Tp jd gak tau bilang rasa, antara senang dan sedih. Krn dibalik keindahannya tersimpan sejarah suram kerusakan.

    ReplyDelete
  4. Menarik sekali memang Danau Kaolin ini. Dari bekas tambang jadi tempat Wisata. Walau katanya airnya semacam beracun kan?

    ReplyDelete
  5. Judulnya bagus jadi kek semacam cerita rakyat dew...hahaha

    ReplyDelete
  6. Yup, awal belum tau tentang Danau Kaolin, sayapun kagum banget. Eh pas tau kalau itu hasil dari proses penambangan yg merusak, agak gimana gitu. Kalau saya bilangnya sih "cantik itu luka"

    ReplyDelete
  7. Waktu di sana ndak ada pengunjung lainnya ya? Wah.. masih jarang dikunjungi dong ya.. saya juga baru dengar nama Danau Kaolin ini, alhamdulillah dapat wawasan baru.. 🍁 Thanks for sharing.

    ReplyDelete
  8. Cakepnyaaaaaa... tapi, jadi miris. Kecantikan semacam ini ternyata berasal dari tambang dan harus dibayar dengan kerusakan lingkungan. Mungkin ini yang dinamakan Cantik itu luka

    ReplyDelete
  9. Kalau kasus semacam ini, sebenarnya perusahaan mestinya bertanggungjawab memulihkan kerusakan alam yang disebabkan eksploitasi ekonomi yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  10. Aku jadi sedih juga bacanya mbak. Jadi inget kasus Lapindo dulu itu krn sempet jd relawan disana. Meski cantik, kl aku pribadi, jd teriris buat menikmatinya. Smg manusia sadar, semua ga bs dibeli pake uang

    ReplyDelete
  11. Perasaan yang kita rasakan saat sampai di Danau Kaolin sama Mba. Cantik memang, tapi kalau dilihat kembali ke belakang, cantik itu karena dilukai. Dulu tambang, sekarang objek wisata. Semoga gak ada kerusakan alam lain ya. Biarkan Danau kaolin ini jadi monumen pengingat kita agar cinta lingkungan.

    ReplyDelete
  12. Yang paling mengerikan adalah hujannya kak.

    ReplyDelete
  13. Jd kondisi kyk gtu sebenarnya "luka" yaa...
    Untungnya ada yang pandai melihat peluang, sehingga meski tambangnya dah gak bisa lg ditambang, berubah jd obyek wisata.
    Btw kalau di area lain di sana apa msh ada tambah kaolin ya?>

    ReplyDelete
  14. Judulnya cocok banget tuh; danau cantik ini adalah hasil "pengrusakan" alam secara liar. Mirip dua sisi mata pisau ya; saling berseberangan.

    ReplyDelete
  15. Meskipun sayang karena hasil dari merusak alam, tapi menurutku ini bagus karena bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Seperti wisata contohnya.

    ReplyDelete