Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat

Halo Pejalan Santai,
Mendadak ingin menceritakan tentang snorkeling pertamaku. Ya, aku yang takut air, terkadang waterproof, dan nggak bisa renang ini ternyata bisa juga snorkeling, hihi. Terharu nggak, sih!

Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Alhamdulillah, snorkeling pertamaku terjadi saat kami sedang piknik di Pulau Lombok. Tepatnya di Gili Nanggu, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Para peserta lain antusias dengan acara snorkeling. Tapi, tidak denganku, haha langsung panik dan cemas. Piye Iki, dab?

"Tenang saja, yang tak bisa berenang pun bisa menikmati snorkeling. Ada pelampung," hibur Mbak Rien yang telah menjelajahi banyak pantai di Indonesia untuk snorkeling. Keren ya!

Aku menguatkan diriku.
"Lawan ketakutanmu, maka kau akan bebas, " timpal Mbak Ima.

Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Pantai Sekotong Lombok Barat

Perjalanan dari Wisma Nusantara, tempat kami menginap di pusat kota Mataram menuju Pantai Sekotong, Lombok Barat sekitar 65 km. Sepanjang perjalanan selama 1.5 jam, mata kami dimanjakan pemandangan Lombok yang menakjubkan.

Akhirnya, tibalah kami di Pantai Sekotong. Mbak Ima langsung menuju  tempat persewaan alat snorkeling dan bertemu para pemandu kami selama snorkeling. Aku melemparkan pandang ke langit luas.


Masya Allah. Kenapa bisa biru sekali laut dan langitnya?"
"Because dicolori," celetuk Citra cepat.
"Hah, dikolori? Direndam kolor biru maksudnya?"
"Bukan! Diwarnai, Mbak!" balasnya tersipu.


Bismillah, Kami pun naik ke perahu yang tak seberapa besar. Perahu tradisional dari kayu bermotor yang nampak makin imut ketika berlayar di lautan luas *halah, lebaynya. Mulai deh merapal doa. Tak disangka, penumpang berjumlah 20 orang muat lho naik perahu ini! Kami didampingi Duta dan tiga pemandu snorkeling kami, penduduk asli Sekotong.

Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Naik perahu motor membelah lautan

Ya, naik perahu ini memang bikin deg deg splash.
Tapi, Rasa takut tak lama meraja, berganti rasa takjub tak henti. Masya Allah, indah sekali! Matahari bersinar hangat. Perahu melaju membelah laut dan angin sepoi-sepoi membelai wajah kami yang ceria. 


Kami mulai membuka bekal makanan. Istimewa banget nih. Makan pagi di atas perahu berselimutkan biru. Pemandangan indah ternyata bikin lapar, hehe.

Maka, nikmat Allah mana yang kau dustakan?
Berlayar sekitar 15 menit, akhirnya kami tiba di sebuah pulau kecil. Yes, kami tiba di Gili Nanggu!

Menurut Mas Ridwan, Gili Nanggu belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan. Tidak seperti Gili Trawangan dan Gili Meno yang tersohor. 


Ya, Gili Nanggu adalah sebuah pulau kecil dengan luas hanya sekitar 12.5 hektar. Beneran kecil ya! Spesies burung beterbangan menyambut kedatangan perahu kami. Wow.


Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Nasi bungkus is the best

Ya, ternyata pulau cantik ini masih sepi jadi terasa seperti milik pribadi, hehe. Hanya beberapa wisatawan asing berjemur sementara aku ngumpet di bawah pohon karena takut kulitku menggelap, hehe. Duh, berasa jadi Kylie Jenner lagi liburan!

Beberapa rumah pantai semacam resort berjajar. Menurut Mas Ridwan untuk disewakan. Asli, Pemandangannyai bikin ternganga, nggak bisa berkata apa-apa lagi. Pasir pantainya putih bersi tanpa sampah. Airnya jernih dan bergradasi antara biru muda, hijau, biru tua. Subhanallah, kalah deh kue lapis atau rainbow cake.

Pulaunya teduh karena ditumbuhi pohon-pohon rindang. Nyaman untuk wisatawan lokal yang anti berjemur ala ikan asin seperti aku, hehe.


Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Nggak sabar pengen snorkeling

Para pemandu mulai menurunkan peralatan snorkeling seperti kacamata selam (mask) yang dilengkapi snorkel, pelampung, sepatu selam yang mirip sirip apa namanya ya fin dan boots.

Kami antusias mencoba peralatan itu. Sumpah, inilah saatnya melawan ketakutan agar bebas. Perasaanku campur aduk. Antara takut tapi tak sabar juga, lho. 

Harus berani mencoba pengalaman baru.
Bisa, aku bisa, aku pasti bisa, bila aku berusaha!

Duta, backpacker asli Lombok memberikan pengarahan sekilas tentang snorkeling. Intinya, keselamatan dalam kegiatan ini adalah yang utama. Ketenangan adalah kuncinya.

Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Gayanya sih oke haha 
Setengah berlari, kami menuju pantai. Nggak sabar! Subhanallah, ini benar-benar dikolori airnya! biruu! Duh, pasir putih bersih dengan kerang-kerang berserakan menggoda untuk dipungut dan dibawa pulang *eh.

Lombok is a piece of heaven on earth! Sayangnya, suami dan anak-anak tak ikut, ya untuk berbagi keindahan ini? Hiks.


Kami mencoba kacamata selam  dan selang ini. Agak ganjil rasanya. Ingat, bernapas lewat mulut, karena hidung tertutup, Dew! jangan sampai salah!

"Ayo ke tengah,"  ajak Mas Toni yang berbodi kukuh bak kasur busa.
"Aku nggak bisa berenang, Mas.."
"Tenang, kan ada pelampung, ada sayah, yang penting mbak tenang dan santai,"



Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Sepotong  surga di muka bumi

Glek.
Sambil berpegangan mesra pada mas kekar, kami diajak agak ke tengah.
Mulai deh, norakku kumat.
Panik. Kok jadi dalam ya? Ni kaki dah nggak nyentuh dasar kolam, eh.

"Sudah mas..balik yuk..udah..udah.." rengekku bak balita. Ih, malu-maluin!

Si mas menggeleng "Lihat saja, tak apa-apa. Fokus..itu ikannya merah, cantik sekali.."


Aku menunduk dan melihat ikan-ikan berseliweran di bawahku. Seolah menertawakan keparnoanku. Eh..

Beautiful!

Lestari malah nggak bereaksi saking takjubnya melihat pemandangan di bawah kami.
Haloo, Jangan-jangan tuh anak ketiduran?

Ikan-ikan cantik berenang kesana-kemari. Ada yang berwarna perak, kuning lurik-lurik, merah dan belum lagi terumbu karang yang cantik! Huaa, ada bulu babi!


Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat


"Hati-hati jangan diinjak, ada racunnya lho.." kata Mas Toni kalem.


Jadi tak ingin bergeser dari situ. Ingin seharian menikmat indahnya pemandangan bawah air.

Mas kekar lalu menggamit kami untuk kembali. Lestari seperti tak rela, hihi.  Duh, Kami kembali ke alam nyata. 

"Ketemu Ariel nggak?" Tanya Citra.
"Hah, ada Ariel Noah? Cuma pakai sempak? Mana? Mana?" celingukan beringas.

"Ariel the mermaid laah!"


Huh, pemirsa kecewa.

Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Deretan pesut siap beratraksi 

Mbak Rien kembali dari snorkeling, berbaik hati mengajari kami berenang agar tidak bengong menunggu giliran, hihi. 

Jadilah, Kami pun belajar berenang eh berendam di tepi pantai dangkal dipandu Mbak Rien yang super sabar dengan mengenakan pelampung dan snorkel! Hihi. Tak peduli anak-anak bule memandang kami dengan geli. 

"Ajaib banget, ibu-ibu itu, Mom!"

Mbak Fathia menyusuri pantai dan histeris menemukan kepiting laut.

"Wah, yuk dibakar untuk makan malam!"
Ehm, sadis ya. Pantas saja kepitingnya langsung kabur ketakutan.

Zahra menemukan bintang laut cantik berwarna biru.

Snorkeling Perdana di Gili Nanggu, Lombok Barat
Asupkeun ku caiii

"Ini hidup lho,"
"Oh, hidup ya? Kirain hiasan!"
Emangnya di ruang tamu, ada pajangan segala?

Zahra dan yang lain pun berpose bergantian dengan bintang laut itu narsis.

Seorang perempuan bule berteriak-teiak dari kejauhan dengan wajah gusar.
"Put it back on the water!" teriaknya.
Hah?
Zahra memandang si bule dengan bingung.
"Please, put that in the water,"
Barulah Zahra paham dan memasukkan bintang laut kembali ke habitatnya.
Wow, peduli lingkungan hidup ya si bule. Jadi malu hati.

"Duh, roaming. Mestinya si bule pakai bahasa Sunda baru Zahra ngerti," kelakar Gita.
 "Asupkeun ku cai, Neng Zahra!!"

Hihi.

Photo Courtesy of 
Andrie Potlot, Lestari dan Katerina 















































You Might Also Like

38 comments

  1. iya, bintang laut jangan diangkat dari dalam air.. kayak ikan..

    ReplyDelete
  2. Aku malah jarang suka snorkeling ya ahhahaha. Entahlah, mungkin dari kecil suka main air. Biasanya kalau di pantai malah lebih banyak diem :-D

    ReplyDelete
  3. Wah masih nemu bulu babi ya di sana. Berarti memang belum banyak dijamah orang ya Mbak? tempat suamiku dekat pantai, dulu banyak bulu babi. Tapi sekarang udah nggak nemu lagi karena pantainya sudah tercemar. Banyak orang berkunjung:') . Mudah-mudahan Gili Nanggu tetap terawat

    ReplyDelete
  4. Saya pertama kali snorkeling juga nggak bisa berenang, Kak. Itu di pulau Komodo. Untung guide merangkap leadernya mau menarik-narik saya muter-muter jadi serasa berenang. Pulang dari jalan-jalan, saya lalu kursus berenang. Sekarang sudah berani berenang di pantai tanpa snorkel.

    ReplyDelete
  5. Aiiih..serunya ya mbak Dedew punya pengalaman pertama snorkeling, apalagi di Gili Nanggu. AKu aja ke Lombok cuma ke Pantai Senggigi sehari doang. Jadi PR nih mau snorkeling juga. Itu deg2an splash ya naik speed boat...Btw aku masih mikir itu selangnya digigit ya? Kalo terlepas gimana? wkwkwkwk... Mantul mbak Dew! :)

    ReplyDelete
  6. Aku pertama kali snorkeling juga di Lombok, tapi di Gili Trawangan, bukan Gili Nanggu. Agak serem waktu itu, karena terbawa arus. Tau-tau udah jauh dari perahu. Kata temen, Gili Nanggu lebih bagus ya. Kayaknya perlu diulang nih maen air ke Lombok. Lautnya bening...

    ReplyDelete
  7. Di laut sebenarnya nggak akan tenggelam, pasti mengambang, jadi sebenarnya pelampung nggak diperlukan banget. Yang penting memang nggak panik.

    Duh, snorkeling itu kurang, harus cobain nyelem deh, mbak :)

    ReplyDelete
  8. wahhh seru kayaknya snorkelingnya nih mbakk..
    Lombok itu emang indah banget, beberapa kali kami kesana dan tak pernah bosan rasanya. Langitnya yang biru dan airnya juga biru itu serasa pengen ngambang aja disana. Tapi sayangnya kami gak bisa berenang. Hahahaa

    ReplyDelete
  9. Mbaaaaa.... kerennya dirimuuu!
    Bisa melawan ketakutan ya Mba
    Aku juga pengin sesekali coba snorkeling, soale akupun ngga bisa berenang :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  10. Aku tuh suka iri sama yang bisa berenang dan nyelem ke dalam laut, karena ku gak bisa keduanya. Dan pernah mau belajar diving, udah jiper duluan aku ngeri gelagepan dibawah. Seru pasti ya mbak bisa snorkeling ramai-ramai gini.

    ReplyDelete
  11. Bintang laut memang gak boleh diangkat dari air, Mbak. Itu sama aja bikin bintang laut jadi stress dan gak bisa bernapas. Nanti bisa mati. Makanya bule itu langsung menyuruh langsung dimasukkan lagi ke air :)

    ReplyDelete
  12. Selamat kak..udah merasakan asiknya snorklingan..hehe..Yuk snorklingan di Gili Labak di Sumenep Madura sini....

    ReplyDelete
  13. Sama mbak, aku juga nggak bisa berenang, belum pernah juga cobain snorkeling. Jadi kuncinya adalah tenang ya, mbak. Sejauh ini memang sukanya main ke kota atau gunung. Kalau pun ke pantai cuma main air atau foto-foto :D

    ReplyDelete
  14. Seru ya mbk snorkling. Aku belum pernah sana sekali, penasaran pingin coba alatnya

    ReplyDelete
  15. Aku jg pingin bgt nih bisa snorkeling walau ga bisa renang. Cuma blm ada kesempatan nih

    ReplyDelete
  16. Waah asyiik banget ya Mbak Dedew bisa snorkeling di Lombook. Aaa....pengeen..eh tapi aku juga gak bisa renang.

    ReplyDelete
  17. hahaha seru ya ceritanya. Ngikik saya pas bagian "dimarahi" sama bule gara-gara gantian selfie ama si bintang biru.

    ReplyDelete
  18. laut biru karena dicolori...
    bikin ngakak aja mbak Dedew ... bisa aja bikin dialog .. jadi seu baacanya..
    sama sih mbak aku panikan, pernah nyoba snorkeling tapi belum mampu lama2

    ReplyDelete
  19. Sik asik ke Gili Nanggu snorkelling an. Ku ga bisa berenang dan waktu snorkeling pertama masih takut juga..Jadi di pinggir dan ah..sudahlah. Belum bisa melawan rasa takutnya.
    Keren pulaunya, baru tau...bisa jadi jujugan selain ke Gili Trawangan. Bisa jadi wishlist nih

    ReplyDelete
  20. waaaduh tempatnya seru neh... aku mau kesana lagi daah

    ReplyDelete
  21. Indonesia emang kaya yah dengan alamnya yang luar biasa apalagi di Lombok, ukh jd pengen snorkeling jg di sana 😊

    ReplyDelete
  22. Aku sempat takut juga buat snorkling padahal aku bisa renang. Takut tenggelam. Tapi teryata menyenangkan sekali snorkling. Moga bisa snorkeling lagi ya mba :)

    ReplyDelete
  23. Iyah wi kata ponakan aku yang stay di sana. Masih banyak gili2 yang menawan untuk dikunjungi. Tapi tiket mahal.ink semua jadi diperhitungkan yah. Aku pernah snorkling dan itu butuh keberankan banget

    ReplyDelete
  24. Oh...bintang laut gak bisa lama-lama keluar dari air?
    Mereka punya mulut gak siih...? **takut digigit, hehehe..

    Seru banget ke Gili Nanggu.
    Aku pernah, zaman dulu....ke Gili Terawangan, terus main cano.
    Aku cemen aah...gak berani snorkeling.

    ReplyDelete
  25. hahaha lautnay dikolori ya jadi warnanya biru. Seru banget ya snorkeling di sana. Anakku suka banget snorkeling nih pasti seneng kalau di ajak ke sini

    ReplyDelete
  26. Kami sekeluarga pernah snorkling, di Jogja pantai nya ada yang bisa buat snorkling. Jadi pengen nyobain snorkling juga di sana

    ReplyDelete
  27. wkwkwk ariel bikin salah paham. habisnya kok di pantai sempat2nya mikir ariel noah. haha... seru deh akhirnya bisa snorkeling

    ReplyDelete
  28. Mbak kok snorkelingnya pakai pelampung? Jadinya gajk nyelem donk? xixixi. AKu sendiri mungkin jg gk seantusias yg lain kyknya kalau mainan gituan (GITUAN) wkwkwk,secara gk terllau suka ma air, tapi jiwa penasaran meronta2 yaaa haha

    ReplyDelete
  29. Waaah ini perjalanan kapan gitu ya aku nyimak banget loh Mbak dulu. Tapi versi Dian sama Mbak Rien. Versi Mbak Dedew baru baca sekarang.

    ReplyDelete
  30. Klau senorkeling itu bikin ketagihan ya mba kmrn aku d Pulau pramuka cuma ketemu ikan kecil warna/I,, jadi mau kesana dan nyobain senorkeling

    ReplyDelete
  31. yay, happy snorkeling! aku kangen snorkeling gini nih udah bertahun-tahun enggak nyemplung. Emang awalnya takut lihat air laut yang dalam tapi setelah menikmati terumbu dan deretan biota laut ya jadinya betah banget.
    Btw, bintang lautnya itu difoto dalam air aja ya. Kasihan sodaranya Patrick ga bisa napas

    ReplyDelete
  32. seru banget mbak, masyaAllah, saya juga mungkin akan sama paniknya sama mbak dedew kalau disuruh nyelem, sebab aku gak bisa berenang.

    lautnya indah banget ya mbak, duh pengen deh jadi rombongan pesut di situ wkwkwkwk

    ReplyDelete
  33. Ah, sedihnya diriku yang takut air. Pernah tenggelam sih, tepatnya ditenggelamin sama temen2ku pas ultah, akhirnya phobia sampai sekarang. Tapi kayaknya perlu dicoba kalau snorkeling karena gak harus bisa berenang kan. Intinya bismillah dulu, hehe.

    ReplyDelete
  34. Waa seru banget snorklingnya rame rameee.

    Jujur kemarin waktu ke Belitung juga pengen foto sama bintang laut.
    Tapi gara gara abis baca tulisan di instagram kalau bintang laut butuh bernafas di Air dan gaboleh lama lama dipegang diudara, jadi takuuut.

    Padahal bagus yaa foto sama bintang laut. Huhuhu.

    ReplyDelete
  35. Huhu, asiknyaaa... Jadi pengen juga.. saya belum pernah snorkeling ih. Ada yang mau ngajakin kah? Xixixi..

    ReplyDelete
  36. ak bisa berenang? lah, kok sama? Hahaha tapi kalau cuma naik perahunya aja sih gak deg-degan. pas mulai nyebur deh baru kerasa. awal-awal aku pegangan kapal melelu hahaha sampai akhirnya ditemenin suami ke tengah hahaha, ya emang sih udah pakai pelampung. tapi tetep deg-degan ya mbak haha

    ReplyDelete
  37. Wah kapan nih ke Lombok bareng2? Jadi iri. Hehe. Pingin euy ke Lombok lagi. Terakhir udah bertahun-tahun lalu pas masih kuliah

    ReplyDelete
  38. Wah mbak, aku aja yang bisa berenang (tapi di kolam renang), tetep dag dig dug kalau nyelup di laut. Tapi snorkeling seru banget ternyata yaa. Pengalaman perdanaku di Bunaken. Sayang dulu belum punya blog betulan :P

    ReplyDelete