Tradisi Saparan Yang Guyub di Kampung Susu Sumogawe, Kab.Semarang

Dear Pejalan Santai, 

Hari Senin lalu (28/10), aku ikutan piknik One Day Trip bareng Blogger Semarang dan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Tujuan kami hari itu adalah Kampung Susu Dusun Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang.

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Perjalanan dari kantor Dinas Pariwisata menuju lokasi tidak terlalu lama. Daerahnya terletak di dekat Kopeng. Jadi, tak sulit untuk dijangkau kendaraan.

Seperti daerah lain, Kabupaten Semarang juga memiliki banyak desa wisata, lho, Pejalan Santai. Tahun lalu, kami mengunjungi Desa Sepakung yang terletak di dataran tinggi dengan jalan berkelok-kelok tanpa ampun. 

Kabupaten Semarang memiliki banyak potensi wisata lho, Pejalan Santai. Hanya mungkin banyak yang belum tahu. Untuk itulah, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang menggandeng blogger untuk memperkenalkan wisata di Kabupaten Semarang pada khalayak.

Buat kalian yang ingin menjelajahi Semarang Coret, ada lho trip murah-meriah hanya dengan biaya 100 ribu rupiah. Kita bisa menikmati tiga tempat wisata di Kab. Semarang. Untuk infonya kalian bisa intip akun Instagram @pesona_kabsemarang ya!

Nah, kali ini kami berkunjung ke Kampung Susu, penasaran kan! Daerah Kabupaten Semarang memang dikenal sebagai penghasil susu yang didistribusikan ke berbagai perusahaan susu di Indonesia. Sebagai penggemar susu sapi dan berbagai produk olahannya, tentu tidak sabar ya. 

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Menurut Pak Bambang pegawai Dinas Pariwisata yang mendampingi kami, setiap rumah di Dusun Sumogawe memiliki kandang sapi di belakang rumah. Bahkan ada yang sapinya diletakkan di dapur belakang. Setiap hari, susu perahan akan dikumpulkan oleh pekerja untuk disterilkan sebelum dikirim ke berbagai pabrik susu.

Ternyata, Trip kali ini bertepatan dengan kemeriahan tradisi Saparan atau Merti Dusun, sebuah acara syukuran warga Dusun Sumogawe yang diadakan setiap Bulan Sapar, setiap tahun. Tujuan dilakukan kegiatan turun-temurun ini sebagai rasa syukur atas berkah yang diterima warga juga sebagai ajang mempererat persaudaraan antar warga.

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Pada Saparan ini, suasananya seperti kita saat Lebaran yaitu kita saling mengunjungi rumah kerabat dan tetangga sambil mencicipi hidangan dari sang tuan rumah. Saudara dari rantau pun tak jarang mudik khusus untuk meramaikan Saparan. 

Uniknya, setiap tahun, satu dusun mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah secara bergiliran. Kali ini, Saparan berlangsung di Dusun Sumogawe. Sehingga warga dusun lain yang berkunjung ke sini. 

Jika tahun lalu kalian absen mengunjungi rumah Mas Munir saat Saparan, bukan tidak mungkin saat dusun kalian menjadi tuan rumah Saparan, maka Mas Munir tidak mampir ke rumah kalian. Begitulah kira-kira arti penting Saparan buat warga desa. 

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Sebelum acara silaturahmi dimulai, kami diajak ke halaman rumah warga yang disulap menjadi tempat acara Saparan berlangsung. Dengan panggung kecil dengan dua orang penyanyi dangdut dan tenda plastik, kemeriahan di Dusun Sumogawe kian terasa.  

Kami disuguhi minuman susu segar dalam kemasan gelas plastik. Baru tahu aku kalau pabrik Susu Murni Nasional yang dijajakan oleh tukang susu keliling ternyata berlokasi di Getasan, Kabupaten Semarang. Wah, makin bangga nih jadi warga Semarang Coret, hahaha. 

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang
Buah Sawo Hijau

Tak hanya susu segar, ada juga air mineral dan teh panas. Dan yang bikin sumringah adalah camilan tradisional yang melimpah! Aduh, sampai lupa deh bertanya kepada warga desa yang menunggui meja saji, apa saja sih suguhannya?

Sayangnya, karena datang terlambat, kami ketinggalan acara Kirab Budaya Merti Dusun, jadi kami harus puas menunggui rombongan kirab budaya yang terdiri dari warga dusun merapat di panggung. 

Tak mengapa, kami sempat kok menyaksikan kemeriahan acara itu. Para warga desa dari berbagai usia dan latar belakang ekonomi dan pendidikan, bersama-sama mengarak berbagai sesajen untuk kirab. Ada yang mengenakan kostum adat Jawa, sekelompok orang memainkan perangkat gamelan, barisan anak-anak menari dengan luwes, ada yang berpakaian layaknya Punakawan. Meriah! 

Setelah itu, kaki menikmati Tari Prajurit, khas Kabupaten Semarang yang juga dibawakan oleh warga dusun setempat. Nah, paling seru adalah setelah acara makan siang. Kami sudah kenyang dong menikmati masakan ala desa yang hangat dan lezat. Ada nasi jagung juga lho, dengan bobor apa ya nama sayurnya.

Setelah salat duhur, acara pun dilanjutkan dengan silaturahmi ke rumah penduduk dalam rangka Saparan. Rombongan kami dibagi ke dalam beberapa kelompok yang ditemani satu anggota Pokdarwis. Kami diajak mengunjungi rumah warga. 

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Saat Saparan, semua pintu rumah di dusun itu terbuka untuk siapapun. Walaupun kalian bukan teman atau saudara tuan rumah, tetap akan disambut dengan baik pada hari Saparan. 

Rata-rata ruang tamunya lesehan dengan berbagai piring berisi penganan tradisional, toples berisi camilan dan minuman seperti teh dan kopi tersedia. Kami pun disambut ramah oleh tuan rumah. Diajak mengobrol ngalor-ngidul. Hangat dan guyub. 

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Tradisi Saparan Kampung Susu Sumogawe Kab. Semarang

Tak hanya menikmati camilan, kami lalu dipersilakan untuk makan siang, lagi! Jadi, kebiasaan saat Saparan selalu ada hidangan makan siang terdiri dari nasi, lauk-pauk, ada juga yang menyediakan bakso dan soto. Tidak baik untuk menolak ajakan tuan rumah. Duh, apa kabar ya teman-teman yang kebagian mengunjungi empat rumah, hihi.

Alhamdulilah, Semuanya bergembira dan kenyang banget karena kami makan siang hingga empat kali di rumah warga tanpa mampu menolak, hehe. Setelah makan siang, kami diajak mengunjungi peternakan dan pabrik susu, juga melihat cara pembuatan keju mozzarella di Dusun Magersari, seru! 

You Might Also Like

43 comments

  1. Susu Murni Nasional dari Semarang? #barutahu
    Jadi inget waktu Kakak masih kicik. Sering beli susu ini karena penjualnya ngider sambil gowes sepeda lewatin depan rumah.

    ReplyDelete
  2. tradisi - tradisi seperti ini kalau tidak dijaga tentunya akan hilang dengan banyaknya arus modern. Dinas pariwisatanya mantap ni

    ReplyDelete
  3. Seneng aku lihat kirab dan acara-acara di daerah gini Mak. masyarakatnya masih mau bareng2 bikin acara. Semoga desa2 wisata di jateng makin oke :)

    ReplyDelete
  4. Kalau tahu dari awal bakal makan-makan kayak gitu. Kemarin makan dikit-dikit aja biar bisa merasakan semua masakannya, hehe.

    Sebetulnya kemarin ada yg kurang, mbak. Nggak beli oleh-oleh olahan susu sumogawe. Padahal pengin banget bawa pulang stik keju mozzarellanya.

    ReplyDelete
  5. Waaahh, sekarang aku tahu lokasi produksi SUSU MURNI NASIONAL paporit anakku!
    Semoga next time aku bisa ikutan Famtrip ke kab. SMG jugak yaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  6. Serunyaa ini Saparan. Aku warga Semarang coret tapi belum pernah nemu acara begini. Kalau di Boyolali tu semacam nyadran tapi bedanya tanpa pawai acara apapun. Tapi sama-sama buka rumah dengan makanan berlimpah untuk tamu yang datang. Eniwe, aku mauu sawo hijaunya. Udah lama banget gak nemu itu. Kalau di sini namanya beda tapi, haha. Itu isinya putih dan manis kan ya, Mbak?

    ReplyDelete
  7. Seru ya Mbak Dew.

    Susunya dijualnya sepulau Jawa,ya? Kalau besok² bisa ke Semarang, pengen icip susu murninya.

    ReplyDelete
  8. Mestinya perayaan Saparan ini dijual ke agen travel ya. Jadi agen travel bisa mendatangkan wisatawan kemari, itu akan jadi sumber pendapatan yang bagus banget bagi warga dusun yang dikunjungi

    ReplyDelete
  9. Woww...dijamin kenyang ya Dew kalau berkunjung ke rumah penduduk saat Saparan gini. Harus mau makan besar kan ya di setiap tempat yang dikunjungi hehehee...

    Baru tau juga nih kalau produsen dari Susu Murni Nasional itu ada di Getasan. Mantap.

    ReplyDelete
  10. Aku baru tahu ada sawo hijau mba. Mirip sawo coklat gak rasanya?
    Suka sama potensi wisata yang memanfaatkan kearifan lokal.

    ReplyDelete
  11. jadi ada paket tournya juga toh mbak? murah loo cm 100rb. tau gitu dulu ke sana cari info tentang ini dulu biar bs jelajah lebih banyak

    ReplyDelete
  12. Aku hapal nada kalau yang jualan susu sapi nasional lewat....hahaha, keingetan banget dari kecil...Baru tahu kalau itu dari semarang...Ternyata ada sawo hijau..Manis ga itu?

    ReplyDelete
  13. uwwuu.. susu murni nasional yang legendaris ituuu..
    seru banget ya mba kegiatan one day trip nya..

    ReplyDelete
  14. Oooo...susi Murni nasional ini dari sini to mba. Anakku suka banget susu ini, enak. Ternyata kampung penghasilnya cantik juga yaa, trus tradisi & budaya lokalnya masih kental terpelihara gitu

    ReplyDelete
  15. Tradisi budaya seperti ini memang perlu dijaga. Penasaran juga sama pembuatan keju mozarella

    ReplyDelete
  16. Wah aku suka sekali mengikuti acaraacara budaya seperti ini
    Selalu keren filosofinya dan benar-benar menjaga memelihara kearifan lokal
    Asik pula, makananannya berlimpah #komensitukangmakan hahaha

    ReplyDelete
  17. suka amazed aku tuh mba sama tradisi budaya seperti ini, keren gitu, menunjukkan Indonesia kaya akan budaya

    ReplyDelete
  18. Selalu senang rasanya melihat masyarakat bisa melestarikan budayanya di zaman sekarang ini. Salute!

    ReplyDelete
  19. Berarti susu nasional ini ada banyak pabriknya ya. Soalnya dulu di malang juga ada

    ReplyDelete
  20. Waaa...ada Sawo Ijo.. Duh kangen banget dg buah yg satu ini, karena menunya cuma di Salatiga dan srkitarnya..hehe..

    ReplyDelete
  21. Loh ini di Semarang yaa kak? Aku baru tau kalo Susu Murni Nasional dari Semarang padahal sering beli kalo lewat wkwk

    Sawo Hijau sama kayak Matoa nggak sik kak? Bentuknya mirip solanyaa haha

    ReplyDelete
  22. Aku seneng tuh kalo ada acara ritual gini. Kan jarang² yah dan harus tahu jadwal. Waduh, kayak apa tuuu smp maksi 4X. Enak² pasti...

    ReplyDelete
  23. wah.. aku pun tertarik dengan sawo hijaunya...he.. he.
    keren ya sekitar Semarang ini tiap minggu ada aja acara2 menarik..
    kapan hari ada ke Kendal, Kaliwungu dll .. seruu2 semuanya
    semoga pariwisata Semarang semakin berkembang

    ReplyDelete
  24. Aku suka susu murni nationalnya mbak... Tradisi kayak gini harus banget ya di lestarikan budaya kita gitu..

    ReplyDelete
  25. Wah, aku baru tahu loh mbak kalau Susu Murni Nasional dari Semarang. Padahal aku setiap hari langganan beli susu dan yogurt nya

    ReplyDelete
  26. Mbak Dewdew, seruuu !! akhirnya kita berjumpa yaaa dan mengikuti acara saparan bareng-bareng sampai perut kenyang :D

    ReplyDelete
  27. Baru tahu kalau Ada tradisi ini di Semarang mudah2an Kalo
    meke Sana pas ada Saparan lengkap hidangan makan siang terdiri dari nasi, lauk-pauk,

    ReplyDelete
  28. Seru banget perjalannya mbak, aku baru tahu juga ada sawo hejo hehehe

    ReplyDelete
  29. Tadi aku penasaran kampung susu di mana sih, oh ternyata desa penghasil Susu Nasional ya, aku suka minum susunay di sini. Ini sama gak sih dengan Kopeng? Kalo gak salah kayanya dulu susunya dari sana. Kalo salah dimaafkan ya hihihi

    ReplyDelete
  30. aku suka beli susu murni nasional. kalo di solo harganya 2500. enak yang rasa cokelat dan mocca

    ReplyDelete
  31. Aaakk susu murni Nasional kesukaanku ternyata asalnya dari Semarang. Masih kental sekali ya tradisinya mba. Pengen deh ikutan famtrip kayak gini juga di Semarang hehe..

    ReplyDelete
  32. Laah, pabrik susu Nasional ada di Semarang toh? Ya ampun tiap hr anakku minum ginian, ternyata pabriknya disana, baru tau :)

    Ku langsung kepoin @pesona_kabsemarang :)

    ReplyDelete
  33. Seru banget ini tradisinya mba. Pasti banyak hal yang bisa dipelajari ya mba

    ReplyDelete
  34. Waw appaaa? Sapinya ada di dekat dapur? Hihi nggak kebayang deh, tapi gara-gara ini kita jadi bisa minum susu setiap hari, ya. Seru dan keren banget ya tradisi sarapannya. Kayaknya di sini belum ada.

    ReplyDelete
  35. ternyata indonesia memang kaya banget untuk wisatanya
    di tunggu review tempat ini ya
    Indahnya Bukit Mando'o di Pulau Rote

    ReplyDelete
  36. Susu Murni Nasional dari daerah ini? Wah, susu aku dari jama SMP nih, masih bertshan sampe sekarang pula.


    Ini nih yang aku suka daei adat jawa yang mempersilakan sipapun datang daat Saparan, tanpa peduli kamu siapa. Semoga punya kesempatan untuk ikut acara budaya macam ini

    ReplyDelete
  37. Paling suka kl ada acara warga gini. Dangdutan btw selalu ada ya mbak, hehe. Ini kok aku ga tau infonya ya? Tau gitu, daftar, huhuhu

    ReplyDelete
  38. Dulu saya langganan susu murni yang suka diantar ke rumah-rumah. Sayangnay sekarang udah gak ada. Padahal susu murni begini lebih enak

    ReplyDelete
  39. Saya kalau baca ceritanya mba dedew, jadi berasa ada di tempatvuh

    ReplyDelete
  40. Senangnya bisa menikmati keramahtamahan penduduk setempat dengan aneka penganan sedap. Itu sawo ijo udah langka lho

    ReplyDelete
  41. Ya ampun ini kan yang penjualnya tiap hari lewat depan rumah. Baru tahu lho aku kalau pabrik Susu Murni Nasional ternyata berlokasi di Getasan, Kabupaten Semarang.
    Bisa nih pas mudik Madiun singgah Semarang nanti.

    ReplyDelete
  42. langsung terngiang musik "Susu murni Nasioanl" yang muncul dari sepeda penjualnya hahaha
    Btw aku suka banget acara begini yang jarang bsia ditemui di Jakarta, bahkan kalau di daerah macam malam Tujuh Belas Agustus aja ada acara kebudayaan rame yang nggak sekedar lomba kelerang & sejenisnya, apalagi perayaan2 lainnya kaya Saparan, seru

    ReplyDelete
  43. Kalau makan 4x sehari, cocoklah mbak Dedew ajak aku hahaha. AKu juga doyan mimi Susu Nasional. Semua rasa enak rasanya. Nah, acara Saparan ini menyenangkan banget ya. Meskipun bukan teman atau kerabat, bisa saling sapa dan ramah2 gitu. Hal jarang terjadi di perkotaan. Kirabnya kelihatan cukup rapi. Jadi kepengen masuk barisa hahaha :D

    ReplyDelete