Roti Ganjel Rel Yang Manis Klasik Khas Semarang

Halo Pejalan Santai,

Beberapa bulan ini, Aku bergabung di WAG Indonesian Food Blogger yang seru dan saat ini sedang ada tantangan menulis IDFB Blog Challenge tentang Roti Gambang. Ngomong-ngomong tentang roti gambang, warga Semarang juga akrab lho dengan roti ini. 


Roti Ganjel Rel Yang Manis Klasik Khas Semarang

Kalau di Semarang, roti gambang yang termasyhur ini disebut roti ganjel rel. Kalian sudah pernah coba, belum? Dari namanya saja bikin penasaran kan!

Roti ganjel rel disebut-sebut sama dengan roti gambang dari Betawi. Roti gambang awalnya banyak dibuat dan laris dijual dijual di Batavia. Dinamakan roti gambang, karena bentuknya terinspirasi dengan bilah-bilah gambang di alat musik gambang kromong khas Betawi.


Nah, ketika kesenian gambang kromong dikenal hingga Semarang tahun 1930, maka roti gambang pun ikut dikenal masyarakat Jawa Tengah. 


Baca Juga: Toko Oleh-oleh Orion di Solo


Hanya saja, orang Semarang yang kreatif menyebut roti gambang sebagai roti ganjel rel karena mengingatkan mereka pada bentuk ganjel atau bantalan rel kereta api. Ada yang tahu bentuknya tidak? Wah, wong Semarang ki ono-ono wae, ya! Hihi. 


Roti Ganjel rel adalah kudapan manis rasa rempah kayu manis, yang dinamakan oleh karena bentuknya yang menyerupai ganjel rel kereta api. 


Roti ganjel rel berbentuk persegi panjang dan padat, berwarna cokelat tua dan bertabur biji wijen di atasnya, dan citarasanya khas kayu manis. Kalau kalian hobi bikin kue bisa tuh membuatnya sendiri di rumah dengan menggunakan gula aren organik ya!


Roti Ganjel Rel Yang Manis Klasik Khas Semarang

Terinspirasi dari roti ganjel rel ini pula membuat para blogger perempuan Semarang menamakan komunitas bloggernya sebagai Gandjel Rel pada tahun 2017.

Nama komunitas mereka sering mengundang keheranan saat memperkenalkan diri karena namanya yang tak biasa. Apaan tuh ganjel rel? Bisik orang-orang sambil bertukar pandang, mengernyitkan kening heran, monyong sambil julid #mulailebay.


Kalau sudah begitu, itulah saatnya untuk promosi berbusa-busa, memperkenalkan kuliner klasik khas Semarang roti Ganjel Rel ke publik, hihi ngalah-ngalahin Duta Wisata Jateng kan dedikasinya?


Selain itu, di dalam pemberian nama ini terselip banyak doa dan harapan agar komunitas blogger Gandjel Rel juga padat, berisi dan meninggalkan kesan manis di hati orang-orang seperti roti ganjel rel. Uhuk. 


Oh iya, seperti namanya yang terinspirasi bentuk bantalan rel kereta api, tekstur roti ganjel klasik memang padat dan keras sehingga menyulitkan orang untuk mencernanya. Tak salah dan tak mengada-ada,   kalau namanya ganjel rel. Memang keras sih, hihi. Awas gigi kamu!


Roti Ganjel Rel Yang Manis Klasik Khas Semarang

Karena itu, orang-orang biasanya menikmati roti ganjel rel dengan segelas teh panas manis. Cara makannya? Celupkan sepotong roti ke dalam tehmu agar lebih empuk dan bisa dinikmati lebih mudah. Hehe. Rasanya enak, aroma kayu manis berpadu butiran wijen yang melimpah. 


Sudah tradisi, roti ganjel rel banyak dicari saat perayaan dugderan menyambut bulan ramadan di Semarang. Ia menjadi roti khas Semarang yang banyak dibeli saat bulan Ramadan. Sehingga ganjel rel dulu hanya dijual saat bulan Ramadan.


Tapi sekarang, roti ini mudah kamu temukan kapan saja di toko kue dan toko oleh-oleh di Semarang dan sekitarnya. 


Baca Juga: Tekwan Frozen Nyai Herny Bogor


Roti berbahan tepung terigu, gula aren organik, kayu manis, susu dan telur ini sekarang telah menjadi favorit orang-orang yang berkunjung di Semarang


Roti ganjel rel kerap dijadikan buah tangan khas Semarang untuk oleh-oleh keluarga dan saudara di kota lain. Jadi, nggak hanya bawa lumpia dan tahu baxo ya kalau dari Semarang!


Oh iya, belakangan ini ada sebuah toko roti di Tambakharjo Semarang, namanya Tonggo Bakery yang memodifikasi roti legendaris ganjel rel ini menjadi soft ganjel rel. Tekstur roti ganjel rel yang mereka buat lebih lembut daripada roti ganjel rel klasik tapi dari segi rasa, tak banyak berubah kok. Roti ini jadi lebih enak dinikmati karena lebih empuk.


Bahkan menurut pihak Tonggo Bakery Semarang, kadar kolesterol dalam setiap irisan soft ganjel rel adalah 0! Kabar baik untuk kalian yang sedang diet dan ngiler dengan roti ganjel rel! Hehe. 


Comments

  1. Nah iya, di rumah ngerti kue ini Gandjel rel. Enak ini rotinya.

    ReplyDelete
  2. Wow, jadi roti gambang ini di Semarang disebut Gandjel Rel ya mbak :D Padat banget ya, teksturnya tuh. Bantat gitu dan unik rasanya. Aku menikmatinya ditemani teh hangat tawar sih, biar rasa ori si rotinya terasa. Apalagi kayu manis dan bahan rempah lainnnya tuh bikin perut hangat ya hehehe.

    ReplyDelete
  3. laperrrrr....malam2 baca ini jadi pingin ngemil roti ganjel rel
    kebayang harum kayu manis dan empuknya roti yang meleleh di lidah

    ReplyDelete
  4. Baru tahu setelah ada challenge ini klo nama ganjel rel dr grup blogger mba Dewi nama makanan /rotigambang heuheub

    ReplyDelete
  5. Wah roti gandjel relnya gede juga full wijen ya jadi makin puas nih makannya. Disantap bareng dengan teh hangat saat pagi hari enak banget sih

    ReplyDelete
  6. Aku kenal "Gandjel Rel" ya pertama kali dari nama komunitas blogger itu hehehe, eh ternyata diambil dari nama roti/ kue lawas itu ya.
    Aku masih penasaran lho mbak yang bener yang mana nih antara kue ini ada duluan di Batavia atau di Semarang hehe.

    ReplyDelete
  7. Roti gambang yg saya beli pun juga udah yang soft, jadi lebih enak walau gak dicocol ke kopi atau teh. Ini ganjel rel cantik banget kemasannya, mba. Moga ada rezeki ke Semarang, biar bisa icip ganjel rel langsung :D

    ReplyDelete
  8. Akuuu, dulu pertama tahu nama komunitas blogger Semarang Gandjel Rel sempat heran, apaan tuh (Jaja Miharja mode on)..ternyata nama roti yang serupa roti gambang kalau di Jakarta.
    Senang jika ada modifikasi jadi soft ganjel rel begini, biar semua kalangan bisa menikmati. Seperti anakku yang bungsu yang kurang suka roti gambang karena keras katanya. Kalau yang sulung sih demen dimakan sama teh panas atau dicemil gitu aja

    ReplyDelete
  9. Bagus banget kemasannyaaaa. Aku suka deh kemasan kue tradisional yang cantik gini. Pas banget buat oleh2 dan pantes gitu ya dikasih ke orang. Love!

    ReplyDelete
  10. pas kenalan, dari komunitas gandjelrel, disangka komunitas UMKM nggak sih?!?!

    ReplyDelete
  11. Dari dulu padahal ke Semarang bolak-balik, tapi belum pernah mencicipi roti gandjel rel sama sekali. Padahal roti ini cukup terkenal ya. Kayaknya kudu diusahakan nih

    ReplyDelete
  12. aku awal tahu ganjel rel mikir ini kenapa komunitas blogger dinamai yang berhubungan dengan kereta api. Eh ternyata itu kue khas sana yang teksturnya keras mirip ganjelan rel. heheh... kayaknya aku memilih versi soft cake, deh. Aroma kayu manis plus taburan wijen udah kebayang enaknyaaa

    ReplyDelete
  13. Huhuhu kapan ya kak Dedew ke Surabaya? Jadi pengen meet up dibawain kue khas ini
    Atau berdoa nih saya bisa ke Semarang karena belum pernah ke sana

    ReplyDelete
  14. Nah ini yg dicari. Roti gandjel rel versi empuk. Soalnya kalau yg asli keras ya mbak. Tapi mungkin itu seninya makan gandjel rel.

    ReplyDelete
  15. penampakannya emang mirip sama roti gambang yaa, aku suka banget roti gambang, jadi pengen nyobain juga deh roti ganjel relnya semarang

    ReplyDelete
  16. Waaahh gandjel rel atau roti gambang, zaman dulu aku icip keras rotinya, tapi skrg ada varian2 yg empuk2 ya mba..

    ReplyDelete
  17. Roti gangel rel ini terkadang emang keras ya Mbak Dew. Makanya cocok dimakan dengan teh hangat dengan sebelumnya dicelupkan terlebih dahulu

    ReplyDelete
  18. Hellooo... Terimakasih atas informasinya yang sangat bermanfaat. Silahkan kunjungi laman web kampus kami tercinta walisongo.ac.id

    ReplyDelete

Post a Comment