Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Halo Pejalan Santai,

Kali ini aku ingin mengajak Pejalan Santai untuk wisata petik apel di Agro Rakyat di Batu, Jawa Timur. Sudah tahu kan, Malang dan sekitarnya terkenal dengan buah apelnya yang disebut Apel Malang. Buah apel ini selain dijual langsung, juga banyak diolah menjadi keripik apel, sari buah apel, pie apel dan lainnya. Saat studi tur SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran, anak-anak berkesempatan mendapatkan pengalaman berkunjung ke kebun apel.

Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Nama kebun apelnya adalah Agro Rakyat. Perkebunan apel ini terletak di Jl. Raya Sidomulyo, Sidomulyo, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Kebun apel ini buka dari pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore.

Pagi itu, Bus kami tiba terminal Batu dan parkir di sana. Setelah itu, anak-anak berbaris rapi dan dibagi per kelompok. Setiap kelompok didampingi seorang guru. Anak-anak dan para orang tua pun diajak naik angkot yang sudah berjejer di terminal. Ya, jalanan menuju kebun apel cukup sempit jadi tak bisa dilalui bus besar.

Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu


Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Anak-anak naik dengan excited ke angkot. Ternyata, perjalanan ke Agro Rakyat cukup jauh ya. Jaraknya sekitar 5 km dari pusat kota. Butuh waktu sekitar 35 menitan menyusuri jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan perbukitan yang cantik. Udara pagi itu cukup sejuk dan mendung menggelayuti Kota Batu.

Kami pun tiba di sebuah jalan setapak yang sempit dan berbatu. Anak-anak pun diajak berjalan kaki menuju perkebunan apel. Tak disangka, kami juga melewati kebun bunga mawar yang sedang mekar indah berwarna-warni. Cantik!

Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Aku lupa menanyakan nih tiket masuk kebun apel ini. Tapi, info yang kubaca di Google katanya sih Rp25.000 per orang. Sebelum memasuki kebun, anak-anak dibagikan kantung plastik kresek. Kantung ini untuk menampung apel-apel yang kita petik di kebun. 

Sebelum memasuki kebun kembali sang pemandu wisata mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain-main melempar apel. Setuju banget. Pohon dan buah apel ini dirawat dengan susah-payah oleh para petani jangan sampai dimaini, ya. Mubazir nanti.

Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Area kebun apel yang kami kunjungi cukup luas. Pohon-pohonnya berjejer rapi dan tidak terlalu tinggi sehingga mudah dipetik pengunjung. Anak-anak antusias melihat buah apel yang bergelantungan. Sungguh menggugah selera. Para pengunjung boleh makan apel sepuasnya di kebun ini. Dan jika ingin memetik dan membawanya pulang akan dikenai biaya Rp35.000 per kilogram.

Langsung deh, anak-anak memetik buah apel incarannya. Mas-mas pemandu mengajari kami bahwa buah apel yang kulitnya merah maka rasanya agak asam. Sedangkan apel yang berkulit hijau rasanya manis. Wah, jadi tertipu ya. Dikira buah apel yang merah-merah itu manis, hehe.

Seru banget deh pengalaman pertama memetik apel sendiri di kebun apel. Rasa apelnya manis asam dan menyegarkan. Bikin mulut tak mau berhenti mengunyah, hehe. Anak-anak pun bersemangat memetik apel. Katanya, mau jadi oleh-oleh bapak dan ibu di rumah. So sweet, ya.

Wisata Petik Apel Malang di Kebun Agro Rakyat, Kota Batu

Kami juga diikuti oleh bapak tukang foto dan memotret kami satu-persatu. Wah, lumayan nih kalau ada penjual foto. Bisa jadi kenang-kenangan, ya. Selain area kebun apel yang aku masuki, di bagian belakang juga masih luas kebun apelnya. Anak-anak yang tadi dibagi per kelompok menjelajahi area kebun yang berbeda.

Tak lama kemudian, anak-anak keluar dari kebun apel sambil menenteng kresek berisi apel. Saat itu, berdatangan pula rombongan studi tur dari sekolah lain. Suasana jadi ramai sekali. Anak-anak dipersilakan untuk menimbang apel yang mereka petik lalu membayar. Ada pula mobil pick up yang menjual apel dalam kantong-kantong. Harganya pun beragam tergantung ukuran apel. Lumayan untuk oleh-oleh orang rumah, ya.

Tak hanya itu, banyak penjual makanan dan minuman di sepanjang jalan. Anak-anak langsung menyerbu tukang jajanan mulai dari cilok, bakso malang hingga aneka keripik buah dalam kemasan. Wah, hari jajan sedunia, nih.

Comments