Sejarah Latto Latto, Mainan Jadul Yang Kembali Tren

Tren selalu berputar.

Apa yang yang puluhan lalu tren bisa kembali digemari saat ini. Terutama fashion dan hobi. Contohnya rambut mullet ala Lupus, tokoh fiksi karya Hilman yang ngetop banget di kalangan remaja Indonesia 80-90an. tak disangka, member boy group Stray Kids, Felix kini punya model rambut mullet itu. Pas lihat video musiknya, langsung ketawa. Lho, kok ada Lupus? Ya, begitulah dunia. 

Sejarah Latto Latto, Mainan Jadul Yang Kembali Tren
Sejarah Latto Latto, Mainan Jadul Yang Kembali Tren 

Begitu pula dengan mainan latto latto yang tiba-tiba menjadi tren di akhir 2022. Latto latto dulu dikenal dengan nama tek tek dan populer di Indonesia tahun 90an. Konon, latto latto berasal dari bahasa Bugis, Sukawesi Selatan. Aku dan adik-adikku fasih memainkan permainan ini. Wow, berapa puluh tahun lalu tuh? Ketahuan uzurnya. 

Mainan anak-anak berupa dua bola plastik berat yang digabungkan dengan tali ini gampang-gampang susah dimainkan. Caranya, dengan membenturkan kedua bola plastik dengan mengendalikannya pakai cincin di tengah tali akan menghasilkan benturan kedua bola yang selaras dan menimubulkan suara khas. Bahkan pemain yang expert bisa memainkan kedua bola itu hingga jungkir-balik bolanya dengan cepat. Wow. Tujuan permainan ini melatih koordinasi mata dan tangan.

Demam latto latto pun melanda Indonesia. Di mana-mana dimainkan anak-anak, remaja bahkan orang dewasa. Saat perayaan ulang tahun tanteku yang ke 70 pun latto-latto dimainkan oleh para keponakan yang masih usia SD. Meriah sekali, yes. Haha. Tak heran, kemudian berbagai konten medsos yang viral seputar latto latto mulai dari suaranya yang berisik bikin orang stres hingga video sepasang penganti di sebuah daerah yang diiringi belasan anak memainkan latto-latto. Haha. 

Baca Juga: Batik Semarangan

Ternyata, permainan ini sudah ada sejak tahun 60an dan berasal dari Amerika Serikat dan namanya Clackers atau knockers. Awalnya, mainan ini dibuat dari bahan logam atau kayu. Lalu kemudian dibuat dengan menggunakan bahan kaca tempered glass. Tapi, pakai kaca ternyata berbahaya karena sepihan kacanya bisa melukai mata.  

Tahun 1966, Badan yang mengatur keamanan mainan dan makanan di Amerika Serikat yaitu Food and Drug Administration melarang beredarnya clackers alias latto latto ini karena bahan pembuatannya mengandung zat kimia berbahaya dan juga bisa mengakibatkan kebutaan jika pecah saat dimainkan. Clackers ini bahkan dilarang penjualannya di seluruh Amerika Serikat. Namun, karena permintaan mainan ini tinggi, maka bahan pembuat mainan ini lalu diganti menjadi plastik polimer yang lebih aman. Tak disangka, mainan ini kembali populer dan dimainkan anak-anak kita.

Comments

  1. Latto-Latto ya sekarang namanya hehehe. Eksistensinya sangat wow nih. Anak2 kecil hingga bapack2 main Latto2 dari pagi sampai malam hari wkwkwkw. Mengganggu warga deh, malah diketok2 ke dinding rumahku nih. Sebenarnya kalau paham aturan mainnya ya ga apa-apa. Kasihan kalau ada tetangga lagi sakit gigi atau ada acara apa, malah ramai suara Latto2 hahaha :D

    ReplyDelete
  2. Aku inget dulu jaman SD juga pernah main. Tp skrg udh nggak bs pas coba lagi haha.

    ReplyDelete
  3. Saya ga ngeh loh kalau latto-latto itu mainan jaman dulu, sama sekali ga ada di memori saya. Apa karena dari dulu memang jarang beli mainan ya

    ReplyDelete
  4. Aduh iya nih tek tek rebranding jadi hits lagi dengan sebutan latto latto. Jelas aja anak2 ku semua pada demam latto latto juga. Sampai muncul peringatan dilarang bawa ke sekolah hehehe. Pokoknya jangan sampe ganggu deh ya, tapi seru lho kalo bisa main barengan hehe.

    ReplyDelete
  5. Aku baca berita ada anak di Kalimantan yang matanya harus dioperasi karena serpihan bola lato lato, jadi cukup bahaya juga ya, pantes saja kalau di Amerika sempat dilarang. Tampaknya akhir Januari ini lato lato juga agak meredup .

    ReplyDelete
  6. Beda sama yang dulu tapi ya dari segi kualitas. Kalau zamanku dulu talinya putih, tebal, dan kuat. Bolanya juga lebih gede kayaknya

    ReplyDelete

Post a Comment