Advertisement

Harapan Traveler untuk Penanganan Isu Perubahan Iklim di Indonesia

Halo Pejalan Santai,

Beberapa bulan belakangan ini kita di Indonesia serasa terpanggang ya.  Semarang masuk dalam tiga kota terpanas belakangan ini dan suhunya mencapai 37-40 derajat celcius. Efeknya memang berasa banget. Waktu aku, Mama dan adikku ke Gramedia Pandanaran. Kami harus berjalan kaki ke Mal Citraland karena pengen makan MCD. 

Ya ampun, rasanya meleleh banget terpapar sinar matahari pukul 10 pagi. Hiks. Bagaimana kita bisa traveling dalam cuaca sepanas ini, Pejalan Santai? Bukannya menikmati pemandangan alam, yang ada kita bisa dehidrasi, pingsan, atau bahkan terkena heat stroke, dan penyakit akibat cuaca panas ekstrim lainnya. 

Harapanku untuk Penanganan Perubahan Iklim di Indonesia
Harapanku untuk Penanganan Perubahan Iklim di Indonesia

Ya, Kemarau berkepanjangan di waktu yang mestinya sudah masuk musim penghujan. Air mulai sulit didapat dan banyak orang yang harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Temanku yang ayahnya petani tidak lagi menanam palawija sesuai bulannya karena kemarau membuat tanahnya kering kerontang. Lebih mengerikan lagi, India yang dilanda gelombang panas pada Mei 2022 lalu. 

Menurut berita yang kubaca di CNBC.com, gelombang panas akibat perubahan iklim ini memakan korban 25 jiwa melayang karena terkena heat stroke. Biasanya, suhu terpanas India mencapai 33 derajat celcius. Namun, pada Mei 2022 itu suhu India dan Pakistan mencapai suhu 50 derajat celcius! Ya Allah, terpanggang benar-benar ya. Suhu 37 derajat di Semarang saja sudah mau pingsan rasanya, hiks. 

Efek perubahan iklim memang mengerikan ya. Tak hanya wacana dan bab yang kita baca di pelajaran Geografi. Kali ini, kita mengalaminya langsung beberapa tahun belakangan ini. Katanya ini bukan lagi pemanasan global tapi pendidihan global. Hiks. Takut banget.

Perubahan iklim adalah fenomena pemanasan global dimana terjadi peningkatan gas rumah kaca pada lapisan atmosfer. Menurut PBB, perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang suhu dan cuaca.

Perubahan iklim ini terjadi karena beberapa faktor diantaranya:

1.       Peningkatan gas rumah kaca. Efek rumah kaca di mana panas matahari terperangkap di atmosfer bumi. Hal ini dikarenakan meningkatnya aktivitas manusia yang mengeluarkan metana seperti peternakan sapi, serta karbon dioksida. Gaya hidup manusia seperti penggunaan barang elektronik, bepergian dan peningkatan konsumsi makanan berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. 

       Baca Juga: Desa Wisata Sepakung

Pemanasan global adalah bagian dari perubahan iklim. Peningkatan rata-rata temperatur di atmosfer yang berkontribusi pada pemanasan global. Peningkatan di atas 2 derajat celcius saja mengakibatkan berbagai bencana di bumi.

3.        Kerusakan lapisan ozon akibat berlebihannya penggunaan CFC tidak terkendali, penggunaan energi berlebihan untuk industri pangan dan kendaraan bermotor dan lainnya seperti karbon dioksida dan metana juga gas buang industri dan transportasi. Kerusakan fungsi hutan sebagai pelindung dan penyedia oksigen bagi bumi mengakibatkan suhu semakin memanas tak terkendali.

Harapanku untuk Penanganan Perubahan Iklim di Indonesia
jangan sampai cairnya es di kutub makin merajalela karena panas

Apa yang terjadi akibat perubahan iklim ini? Ya, jadinya kemarau berkepanjangan seperti yang kita rasakan saat ini. Terus, peningkatan volume air karena es di kutub mencair tapi di sisi lain kita kekurangan bahan makanan karena panen gagal di mana-mana. Kita juga kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sumber air kering. Seramnya lagi, rawan terjadi bencana angin puting beliung. Wabah penyakit pun merajalela.

Apakah sudah terlambat untuk memperbaiki lingkungan yang sudah terlanjur rusak seperti ini? Haruskah anak muda dan keturunannya harus mewarisi bumi yang compang-camping?  Apa yang bisa kita lakukan #BersamaBergerakBerdaya? Harapanku untuk penanganan perubahan iklim di Indonesia adalah Pemerintah Republik Indonesia lebih tegas menegakkan aturan tentang hemat energi dan penebangan hutan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. 

Sedangkan kita sebagai #MudaMudiBumi harus memiliki kesadaran diri bahwa menjaga lingkungan adalah tugas kita semua sebagai penghuni bumi. Kita harus mulai hemat energi karena rata-rata listrik dan panas ditenagai minyak, batubara dan gas yang prosesnya memanaskan bumi. Hemat energi dengan mencuci dengan air dingin, menjemur di panas matahari tidak menggunakan pengering, memakai lampu LED dan peralatan elektronik hemat energi.

Harapanku untuk Penanganan Perubahan Iklim di Indonesia
Naik sepeda untuk hemat energi dan lingkungan bersih

Sebagai Pejalan Santai, tetap melakukan traveling tapi kini lebih bijak ya. Berusaha hemat energi di mana saja kita berada. Misalnya, saat menginap di hotel, gunakan alat elektronik seperti pemanas air, AC dan, TV dan lainnya secukupnya. Jangan membiarkan AC dan TV menyala sepanjang hari. Gunakan handuk hotel yang sama saat menginap. Jangan letakkan di lantai dan akhirnya diganti oleh petugas hotel padahal masih bersih. 

Baca Juga: Museum Kasepuhan Cirebon

Terus, sebisa mungkin kita traveling jarak dekat dulu untuk mengurangi emisi karbon kita. Kunjungi tempat-tempat wisata di daerah kita dan jika bisa dengan menggunakan kendaraan umum. 

Untuk sarana transportasi, sebagai #TeamUpForImpact, kita juga bisa beralih ke kendaraan listrik yang lebih hemat energi juga lebih banyak menggunakan transportasi umum, naik sepeda atau jalan kaki untuk mencapai tempat berjarak dekat. Terlihat sepele ya, tapi jika dilakukan oleh ratusan juta orang warga Indonesia maka dampaknya #UntukmuBumiku akan dahsyat. Kalau kamu bagaimana? Yuk, share mimpi kamu terhadap penanganan isu perubahan iklim dan perlindungan hutan! 

Sumber Foto: Pixabay.com.

Penulis: Nailah Aieola Nabihah

Post a Comment

11 Comments

  1. Cita2ku beli mobil Tesla๐Ÿ˜„

    Di Malang aja panas, Mbak. Tapi lebih ngeri kalo suhu sampai 50 derajat C ya. Bisa2 ga keluar rumah saking hotnya.

    ReplyDelete
  2. berasa banget ya perubahan iklim belakangan ini makin panas banget, semoga kedepannya bakal pulih kembali bumi kita sehingga perubahan iklimnya ke arah yang lebih baik, sebagai traveler pun banyak banget yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi perubahan iklim ke arah lebih baik misalnya saat di hotel hemat energi, dan lainnya

    ReplyDelete
  3. Iya perubahan iklim makin terasa akibatnya. Bumi jd kurang nyaman sekarang, apalagi di masa depan ya? Setuju, mmg hrs dipertegas lg aturan² untuk melindungi hutan dan penghematan energi

    ReplyDelete
  4. Ga kebayang memang yg namanya iklim skr ini mba. Panasnya udah bikin sakit. Apalagi aku termasuk yg ga kuat panas. Jujurnya kenapa aku jarang traveling domestik, Krn ga kuat dengan suhu panasnya itu ๐Ÿ˜”. Makanya selalu traveling di saat winter ke negara 4 musim. At least di saat itu aku bener2 ngademin badan sih.

    Yg bisa aku lakuin, utk saat ini penggunaan elektrik yg harus hemat, makanan jangan sampai bersisa, masak secukupnya Krn sampah makanan juga menyumbang emisi karbon.

    ReplyDelete
  5. Harapan dan impian terkait penanganan isu perubahan iklim serta perlindungan hutan, merupakan tugas seluruh manusia yang ada di bumi, kita enggak boleh abai akan hal itu. Terus berusaha membuang sampah pada tempatnya, mengggunakan perlengkapan ramah lingkungan, naik kendaraan umum, tidak membakar sampah dan saling mengingatkan akan hal-hal ini secara konsisten, semoga alam menjadi lebih terjaga, yuk lebih peduli lagi

    ReplyDelete
  6. climate change terasa bangetttt dampaknya ya mba.

    semoga semua makin bijak supaya problem ini bs teratasi dgn baik

    ReplyDelete
  7. Jaga bumi dimulai dari hal-hal sederhana. Ini keren. Mulai dari naik sepeda daripada naik kendaraan bermotor. Mulai dari mengurangi pengehmatan listrik yg kecil-kecil dahulu.

    ReplyDelete
  8. Perubahan iklim makin terasa ya. Kalau yang sekarang benar-benar dirasakan adalah panas yang tak kunjung selesai. Memang seharusnya kita mulai melakukan langkah positif meskipun itu dari hal yang kecil. Semoga bumi menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  9. Iya, panasnya bumi saat ini maa syaa Allaah berasa terpanggang, mana belum ada tanda2 mau masuk musim hujan lagi. Sempat beberapa hari lalu di kota saya sini turun hujan tapi ya cuma dua kali aja abis itu sampai sekaramg belum hujan lagi. Ngeri ya dengan efek perubahan iklim ini. Jadi semacam peringatan juga nih buat kita untuk lebih menyayangi bumi dengan melakukan aksi menjaga lingkungan sekalipun itu dengan hal-hal kecil dan sederhana

    ReplyDelete
  10. Kemarau yang berkepanjangan ini memang sangat menyiksa. Suhu panas sudah diatas rata rata. Tanaman banyak yang mati khususx bunga bungaan, tanaman hortikultura pun banyak kering karena kekurangan air. Jangankan tanaman, manusiapun kekurangan air bersih

    ReplyDelete
  11. Aku uda ga nyalain TV dan kami ganti AC yang hemat energi.
    Semoga berpengaruh besar untuk kelestarian bumi. Tapi beneran yaa, panasnya luar biasa. Kadang kalo mo nyerah tuh, malu banget. Harus mempertahankan ifestyle yang ramah lingkungan agar menjadi sebuah habit yang berkelanjutan.

    ReplyDelete