Rumah Doa Bukit Rhema, Gereja Ayam Yang Hits di Magelang

Rumah Doa Bukit Rhema, Gereja Ayam Yang Hits di Magelang. Dear Pejalan Santai, bulan lalu aku menghadiri Borobudur International Festival 2017 di Magelang.

Bukit Rhema Gereja Ayam Magelang

Setelah seseruan di sana, keesokan harinya kami jelajah Magelang. Aak, serunya! Iya, perjalanan nggak hanya tentang tujuan atau destinasi, tapi juga dengan siapa kita jalan, uhuk. Dilarang baper ya, Cyin! 

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga cita-citaku ingin berkunjung ke Rumah Doa Bukit Rhema Magelang atau yang lebih dikenal dengan Gereja Ayam. Letaknya di Bukit Menoreh.

Pengunjung mejeng di Mahkota Gereja Ayam

Gereja Ayam yang terletak di Desa Gombong Kecamatan Borobudur ini mulai kedengaran pas seorang blogger menuliskannya dalam lomba blog tentang wisata.

Namun jadi hits mendadak ketika muncul di scene pacaran Rangga dan Cinta di film fenomenal, Ada Apa Apa dengan Cinta 2 aka AadC2. 

Duh, aku sih belum nonton adegan Gereja Ayam, baru sampe adegan Hotel Greenhost eh kuota internet habis, huhu pilu. Pagi-pagi, kami sudah otw ke TKP. Rencana sih pengen ke Puthuk Setumbu lihat sunrise, apa daya ngantuk mengalahkan kami, hihi.

Aula besar di lantai satu Gereja Ayam Magelang
Pagi-pagi, naik mobil umpel-umpelan kami otw ke Gereja Ayam dari penginapan sekitar  Borobudur. Berbekal GPS, sempat nyasar juga, akhirnya bisa tiba di TKP. Mobil pun parkir di tempat yang disediakan.

Galeri foto Gereja Ayam

Sedangkan kami mulai menyiapkan stamina untuk mendaki bukit. Duile, olahraga nih, Bang? Iyaa, Gereja Ayam nih terletak di bukit. Sebenarnya, ada sih mobil yang bisa dinaiki sejenis jip gitu. 

Kalau tidak salah nambah 7 ribu, lupa deh. Sedangkan harga karcisnya berapa ya harganya. Sekitar 15 ribu apa ya, hihi.

Tapii, saat itu sedang dipakai jadi, mari berolahraga! Sebelum naik, kami bayar karcis dulu. Eh, ada bonusnya dong. Apakah Itu? Jreng.

Menunggu pesanan singkong goreng hangat

Duh, beneran tanjakannya seksi jugaa. Cocok nih buat yang sedang memadu kasih, bisa gandengan, pura-pura nggak kuat jalan, uhuk #sirik. 

Pas itu, Rangga bawa jip atau jalan kaki sih? Yang pasti, aku sempat misuh-misuh: iseng banget sih Rangga pacaran di sini! Nyusahin kami saja, jadi minat main ke sini, haha. Setres. Abaikan.

Nyonya bersantai dulu yes


Saat itu, pengunjungnya cukup banyak. Terutama muda-mudi. Bule ganteng juga ada. Jalanan menanjak akhirnya berakhir sudah. 


Ada beberapa spanduk yang berhiaskan adegan Cinta dan Rangga dengan latar belakang Gereja Ayam. Sweet! Langsung ditiru posenya oleh teman-teman, dong. Haha. Jadi adegan Rangga dan Cinta yang tertukar.


Bangunannya memang unik yaa. Aku suka bentuknya yang mirip ayam. Apalagi berada di atas bukit. Kami menyerahkan karcis pada dua perempuan di depan pintu. Bagian dalam ternyata luas ya. Mirip aula. Ada beberapa panel ditempeli foto. Juga banyak kursi untuk beristirahat.

Kami memilih untuk langsung naik tangga untuk sampai di bagian kepala burung. Duh tangganya awalnya keramik, eh lantai berikutnya masih terbuat dari kayu. Horor juga, hehe.


Duile, Dindingnya digambari berbagai macam gambar. Sayang deh, jadi merusak keindahannya. Kenapa nggak dibiarkan polos saja ya? Kata temanku, di film dindingnya polos. Nggak nyambung dengan tema bangunan rasanya. Hiks. 

Sampai di atas, wow tinggi! Sebaiknya naik di atas bergantian, ya. Lututku langsung joget Tak tentu arah. Huaaa! Mau turun! Pemandangannya sih cantik! Setelah foto-foto kilat, aku pun turun. Hihi.


Aku dan teman-teman menuju ke pameran foto di pojok gedung. Wah, ternyata di sana dijelaskan asal-muasal bangunan unik ini. Ada foto saat para warga melakukan peletakan batu pertama untuk membangun gereja. Betapa sulit medannya ya. 

Pendirinya adalah Daniel Alamsjah yang membangun rumah dia pada tahun 1992. Ternyata, ia membuat bangunan berbentuk merpati, bukan ayam yang sedang duduk bertelur, hihi. Ia kehabisan dana untuk pembangunan para tahun 2000. 

Bangunan yang tadinya untuk gereja namun ditolak warga. Kemudian sempat juga menjadi tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Lalu sempat terlantar juga dan diisukan angker, ya. 

Syukurlah, sekarang bangunan ini dijadikan tempat wisata dan berdoa yang banyak dikunjungi orang. Mulai ada warung makan juga yang didirikan penduduk. Pemberdayaan penduduk sekitar ya. 

Oh iya, ada ruang bawah tanah lho yang difungsikan sebagai tempat berdoa bagi umat beragama apapun. Tapi, kami tidak sempat mengintipnya. Kami lalu naik ke bagian belakang bangunan alias ekornya. Di sana ada jejeran meja dan kursi. 

Wah, ternyata kafe kecil! Kita bisa memesan kopi dan menu lainnya. Pemandangannya pun luar biasa! Akkk!

Oh iya, tiket kita tadi jangan sampai hilang bisa ditukar dengan sepiring singkong goreng. Ajiib! Alhamdulillah, siang yang indah di Gereja Ayam alias Rumah Doa Bukit Rhema. Kekinian kan, aku sudah sampai di sini? Wkwkwk.

📷 Courtesy of
Beb Suke, Sofyan, Innayah
& Yasir Afiat.

Comments

  1. banyak baca tentang tempat ini tp belum pernah kesampaian ke sini

    ReplyDelete
  2. Makin bagus sih kalau di bagian bawah jadi galeri. Dulu hanya semacam gudang tak terawat. Sempat ke sana dari belum dikenal sampai sudah dikenal, rame banget sekarang :-D

    ReplyDelete
  3. Wah..medannya ternyata lumayan sulit ya kalo harus jalan kaki untuk sampai ke bangunannya. Ini berapa jam perjalanan dari Kota Magelang?

    ReplyDelete
  4. Ngiler mba liat foto-fotonya. Dari pas booming gereja ayam zaman AADC 2 belum kesampean terus mau kesana :)

    ReplyDelete
  5. Kok jadi laper baca singkong gorengnya, wkwkwkk..

    Keluarga suami pernah kesini rombongan dan aku gak ikut. Ada acara di keluarga Ibuku juga, pengen nangis hikss. Tapi suami ama anak2 gak ikut masuk sih, nemeni ibunya di mobil

    ReplyDelete
  6. Ah mbak dew jadi pengen kesini makin mupeng nih, wah dalembya bagus dan tiket tukar singkong goreng siiplah mau banget, semoga pas tanggal merah udah ada yang cair 😀

    ReplyDelete
  7. masa aku nggak tertarik ke gereja ayam itu, sebelum di filmkan dengan aadc. aku udah tau kalo ada gereja ayam itu, tapi masih nggak tertarik untuk pergi ke sana, hihi

    ReplyDelete
  8. Sekarang udah direnov ya Gereja Ayamnya mbak..
    Dulu saia ke sana sebelum AADC masih agak belum terawat, tapi masuknya masih seikhlasnya...

    ReplyDelete
  9. maksud hati bikin merpati kok orang2 pada bilang ayam ya he.. he..
    di wilayah Pasar Baru Jakarta juga ada Gereja Ayam, itu karena di ujung menaranya ada ornamen ayam, jauh lebih kecil pastinya daripada Gereja Ayam Rhema

    ReplyDelete
  10. Belom kesampean kesini dan sesungguhnya males banget buat bangun pagi hahaha

    ReplyDelete
  11. Jadi sekarang fungsinya bukan gereja ya mbak Dew, rumah doa, dan spot wisata? unik juga ya, noted nih kl ke Magelang :)

    ReplyDelete

Post a Comment