Ngos-Ngosan Piknik di Helipad Desa Wisata Sepakung

  • Thursday, December 06, 2018
  • By Dewi Rieka
  • 11 Comments

Dear Pejalan Santai,

Selasa lalu (27/11), aku diajak oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang untuk mengikuti One Day Trip Wisata Kabupaten Semarang. Sudah tahu kan, kalau di Jawa Tengah selain Kota Semarang, ada juga Kabupaten Semarang. Wilayahnya luas lho dan menyimpan sejuta keindahan dan potensi wisata.

Desa Wisata Sepakung
Keindahan Desa Wisata Sepakung


Jadi, walaupun aku warga Semarang Coret, tetap saja aku excited karena ada banyak tempat di Kab. Semarang yang belum aku sambangi, hehe. So, pagi buta aku sudah tiba di Kantor Dispar Kabupaten Semarang. Sudah ada 14 blogger lain yang berasal dari Semarang, Kendal hingga Pekalongan.



Desa Wisata Sepakung
Arisan Ibu PKK

Tujuan pertama kami adalah Candi Gedong Songo yang hits itu. Kebetulan beberapa bulan lalu, aku menyambanginya. Dan terkagum-kagum atas kerapian dan kebersihannya.

Sayangnya, kami tidak berlama-lama di sana. Mas Rudi Duri, pemandu trip kami hanya memberi waktu satu jam di Candi Gedong Songo! Huhu. Cerita keseruannya bisa kalian baca ya!

Duh, Mase! Kenapa buru-buru banget sih?
Ternyata, tujuan kedua kami Desa Wisata Sepakung di Banyubiru, Ambarawa lokasinya cukup jauh dan kami harus bergegas! Ow, ow, aku sungguh tak menyangka betapa serunya petualangan kami hari itu!
Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Naik Anggun Paris yang setrong

Jarak Ungaran ke Desa Wisata Sepakung itu ternyata tidak terlalu jauh lho hanya 32 km. Sedangkan dari Semarang berjarak 53 km dan ditempuh sekitar satu jam lewat jalan tol.

Awalnya, biasa  saja. Bus mini kami berkendara hingga Kota Ambarawa. Lama-kelamaan kok jalannya makin sempit dan menanjak? Bukannya Banyubiru itu datar laksana dadar telur? What the?

Tak terduga. Sungguh perjalanan ke Sepakung ini diluar bayanganku. Realita tak seindah ekspektasi ku. Hahaha. Iyaa, ternyata jalanannya menanjak, berkelok-kelok dan menikung tajam, tsaay! Nggak kalah perih sama ditikung mantan.

Iyaa, Yang kukhawatirkan beneran terjadi! Haha, naik-naik jalanan mendaki dan curam! Aku tuh penakut banget. Pas piknik dengan sekolah bocah, aku pernah turun dari bus dan memilih berjalan kaki karena takut medannya yang terjal. Iya, iya, aku memang norak!


Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Sudah sampai belum ya (Foto: Saifudin)

Di setiap tikungan, ada papan penunjuk yang kocak. Salah satunya adalah anda memasuki kawasan bebas sinyal, beb! Haha, asem! Sempat-sempatnya kau bercanda, Esmeralda! #lapkeringat.

Semakin lama, tanjakannya semakin syantik, Alhamdulillah, pak supirnya lihai, jangan lupa kasih bintang 5! Fernando, kamu kira beliau supir grab? Begitu gurauan teman-teman diantara komat-kamit zikir dan doa keselamatan!

Iyaa, jika kamu mengintip jendela mobil, maka kelihatan deh Kota Ambarawa di kejauhan. Pemandangannya sebenarnya indah. Tapiii..jurangnya ituuu! Kok menganga ya, Sedulur? Naik-naik ke puncak gunung, beneran tinggi sekali Tayo! #keringatdingin #pucatpasi. Hahaha.


Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Lemesin aja shaay (Foto: Heri)

Alhamdulillah, tak lama kemudian kami pun tiba di kantor kepala desa. Turun dari bus, muka teman-teman  pucat semua, hihi. Suasana desa terasa lengang sekitar pukul sepuluh pagi.

Desa Sepakung di Kecamatan Banyubiru, telah ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2015. Desa ini memang memiliki potensi yang mendukung sebagai desa agrowisata. Selain daerah pertanian, Sepakung juga memiliki pemandangan alam yang indah juga udara yang sejuk.

Beberapa tempat wisatanya mulai viral di media sosial yaitu Gumuk Reco dan Cemara Sewu. Hebatnya, tempat wisata ini dikelola Pokdarwis dan Karangtaruna setempat. Dan didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Bersama staf Dispar dan pengurus Pokdarwis alias Kelompok Sadar Wisata Sepakung, kami diajak ke rumah Ketua Pokdarwis.

Di sana, telah tersedia suguhan jajanan tradisional ala ndeso! Huaa. Tidak usah aku ceritakan ya apa saja sajiannya. Nanti Insya Allah, kumasukkan di artikel khusus. Hehe. Lanjut yaa! Setelah puas menikmati jamuan istimewa dan ramah-tamah dengan pengurus, kami pun diajak menjelajahi Sepakung. Tujuan pertama adalah helipad!

Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Mana suaranyaa (Foto: Heri)

Sempat terjadi diskusi antara pihak Dispar dan Pokdarwis tentang kendaraan yang akan peserta pakai. Kemungkinan, bus mini kami tak kuat dengan medan yang bakal dilalui. Ulala, hatiku mulai deg deg splash! Maksudnyaa, ada apa dengan bus kami? Kenapa dia mesti nggak sekuat Dilan? Jalannya seberapa ekstrim?

Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Saltum tetap asyik (Foto: Asmarie)

Akhirnya, disepakati rombongan blogger akan naik Anggun Pari, Angkutan Gunung Pariwisata, alias mobil pikap super tangguh. Dan kami dibagi dua rombongan agar pikapnya kuat. Apaaa? Duh, aku boleh tinggal di rumah pak pokdarwis saja ya? Bantu mencuci-cuci, deh!

Teman-teman pun hore-hore naik pikap, bertualang! Awalnya, jalannya melewati persawahan yang indah bak lukisan lalu perlahan berubah semakin tajam dan berkelok-kelok.

Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Candid Camera (Foto: Asmarie)

Berasa sedang ikutan road race! Wkwkwk. Mobil meliuk dengan lihainya, beda kalau yang bawa pengemudi yang hapal setiap jengkal jalanan ini! Teman-teman tertawa-tawa sambil foto-foto. Sayangnya nggak bisa instastory karena tak ada sinyal! Hihihi, nggak jadi hits deh.

Tak lama, kami pun tiba dii sebuah tanah lapang berisi banyak tempat duduk dan meja. Wah, sudah sampai nih? Jangan bahagia dulu, Marimar! Perjalanan masih panjang. Iyaa, kami diajak mendaki Gunung Telomoyo, Cyiin! Katanya sih letak helipadnya berada di di ketinggian 1/9 gunung ini.

Hosh, hosh, sungguh ini bukan piknik ala pejalan santai! Hehe. Biasanya aku menghindari piknik yang melibatkan olahraga air dan pendakian. Haha maunya piknik cantik gitu!

Dan aku terjebak nostalgia naik gunung dan muntah pas kuliah, eh. Langsung deh keringat mengucur membasahi ketek. Bedak luntur seketika. Mana nggak bawa air minum, Cyiin!

Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Jangan tanya Si Klimis sedang apa 


"Hanya yang punya semangat besar bisa sampai ke puncak!" Teriak Pak Rumadi, pengurus Pokdarwis yang kocak dari atas.

Huhu, iya Pak, iya.

Sesekali, kami melempar canda tapi napas yang tersengal tak mampu berbohong. Haha. Hebatnya, Ibu Retno, Kabid Pemasaran juga ikutan hiking, lho!

“Semangat, aku tunggu di atas!”
“Sebut namaku 3x agar kalian kuat,”
Ngg...

Alhamdulillah, tak lama kami tiba di lokasi helipad. Dan pemandangannya memang syantik memesona! Masya Allah, nggak sia-sia naik gunung sampai napas tinggal satu-satu. Dari kejauhan terlihat Rawa Pening dan kota Ambarawa. Suasananya tentram.

Maka nikmat Allah yang mana yang kau dustakan? Langsung deh heboh swafoto setelah mengerubuti seorang teman yang punya air minum. Hihihi.


Desa Wisata Sepakung Kab. Semarang
Were king of the world 

Nggak menyangka hari itu bakal naik gunung. Mana Aku saltum pakai celana kulot manja buat ke mal. Ada yang pakai sepatu pantofel buat ngantor. Ada yang berbatik. Ya, maaf! Kami kudet nggak gugling soal Sepakung dulu! Haha, tapi malah jadi kejutan kan! Terus, gimana turunnya ini? Helinya kapan mendarat?



Bersama Pengurus Pokdarwis & Staf Dispar

Pejalan Santai penasaran ingin main ke Sepakung? Tenang, aksesnya mudah kok. Dari Jakarta atau kota lainnya, kalian bisa naik kereta api ke Semarang. Pilihan kereta api ke Semarang banyak dan kelasnya pun banyak macam! Ada kereta api eksekutif, bisnis dan ekonomi. Semuanya nyaman.



Aku dan keluarga kecilku termasuk anker, alias anak kereta. Tiap mudik ke Bogor, biasanya kami naik kereta api ekonomi. Haha. Penganut aliran irit garis keras. Tak hanya karena harganya murah, tapi juga nyaman kok.


Untung banget ya di zaman milenial kita bisa dengan mudah pesan tiket pesawat atau kereta api. Dulu, kita harus pergi ke agen perjalanan untuk membeli tiket pesawat. Atau harus mengantre di loket kayak lagunya Project Pop untuk beli tiket kereta api.


Duh, hari gini antre? Pegal lho, Pejalan Santai! Untunglah sekarang ada aplikasi PegiPegi untuk memesan  tiket pesawat dan kereta serta mencari hotel dengan mudah dan murah.

Tinggal klik ikon kereta api lalu masukkan tujuan kalian ke mana. Jangan lupa isi tanggal keberangkatan. Langsung deh keluar semua jenis kereta yang melayani rutenya. Tinggal pilih jam keberangkatan dan sesuai kondisi kantong, hehe. Gampang, kan? Ditunggu sama pak Kadus lho di Desa Wisata Sepakung, buruan ya!

Kawasan Wisata Helipad
Desa Wisata Sepakung
Banyubiru, Ambarawa, Kab. Semarang








You Might Also Like

11 comments

  1. Wuih kebayang serunya, off road lanjut hiking... Sama pengurus pokdarwisnya ga disiapin minum kah? Hihihi...

    ReplyDelete
  2. Barokallah ya Teh, bisa sampai atas si pejalan santai. Hahhaha meski jalanan nggak santai, tapi hati tetap kece. Yuk ah ke sana lagi teh, tapi kudu siapin fisik dan segalanya. Jangan lupa mineral wkaakka

    ReplyDelete
  3. Mantafff naiknya bikin dengkul lemess

    ReplyDelete
  4. Aku kok ngakak2 sendiri bacanya hahahaha. Baru kerasa ini tulisan khas emak2 dodol hahaha. Seru banget seih pengalamannya. Itu mobil nanmanya anggun Paris pada anggun berdiri gitu tapi ya? Ah seruuu seruuu. Beburu buka pegipegi, pesen tiket kereta ke Semarang

    ReplyDelete
  5. Ya ampun 4 tahun pernah tinggal di Semarang, kenapa baru tau ada Desa Sepakung ini? Cantik banget pemandangannya.

    ReplyDelete
  6. Aku ikut ngos-ngosan hahaha sungguh mnjiwai yaaa.Kebayang kalo aku jadi ikut mbawa sarah 😆😆😆

    ReplyDelete
  7. Duh...klo tentang yg beginian, aku banget nih. Cucok lombok, g ada keselnya...

    ReplyDelete
  8. Seru ya Mbak, mana pucetnya ilang pas ampai puncak, hehehe. Pas di anggunpari aku gatega lihat Mbak Dew ough...

    ReplyDelete
  9. Waw banyubiru tempat kelahiran bapakku mbak, tempatnya kemang adem, dan ternyata Ada wisata keren di sana ya

    ReplyDelete
  10. Ngeliat aja udah ikut ngos-ngosan..apalagi kalau ikutan :D

    Sudah pernah ke sepakung, tapi di area gumuk reco dan cemoro sewu. Kalau yang daerah ini belum. Menarik jga kalau ada hiking segala 😁

    ReplyDelete
  11. Naik bukit ya Kak ... kayaknya sejuk sekali neh di sana

    ReplyDelete